Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 18:16 WIB

Pertamina Kewalahan Atasi Semburan Minyak

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 7 Agustus 2019 | 20:17 WIB
Pertamina Kewalahan Atasi Semburan Minyak
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) belum bisa mengatasi semburan gas disertai minyak di proyek YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) d kawasan Pantai Utara Jawa, Karawang Jawa Barat.

Bahkan, Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ) menambah jumlah kapal yang disiagakan untuk tanggulangi sumburan minyak dan gas di proyek YY. Sedikitnya ada sekitar 45 kapal kini disiagakan.

Vice President Relations Pertamina Hulu Energi, Ifki Sukarya mengatakan para pekerja PHE ONWJ bersama tim ahli internasional di bidang well control mulai melakukan pengeboran untuk menghentikan gelembung gas di sekitar anjungan YY pada pekan lalu.

Sampai dengan Rabu (7/8/2019) tahap pengeboran YYA1-RW memasuki kedalaman sekitar 540 meter dan sedang dalam tahap persiapan pengeboran hole section 17-1/2". Pengeboran ini dimulai dua hari lebih cepat dari jadwal semula dan ditargetkan mencapai kedalaman 2.765 meter.

Kegiatan mobilisasi Rig Jack Up Soehanah di sekitar lokasi relief well dilakukan bersamaan dengan proses survey geohazard dan geotechnical. "Beberapa pekerjaan persiapan bisa dilakukan simultan sehingga dapat mempercepat waktu tajak dua hari dari rencana awal," kata Ifki di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Munculnya gelembung gas di sekitar anjungan YY yang dioperasikan PHE ONWJ sejak Jumat dini hari (12/7/2019).

PHE ONWJ, kata dia, terus berupaya optimal menahan tumpahan minyak dengan melakukan strategi proteksi berlapis di sekitar anjungan.

Di lapis pertama, IMT memasang static oil boom sepanjang 4300 meter. Sedangkan static oil boom di lapis kedua sepanjang 400 meter. Kemudian di lapis ketiga, ditempatkan 4 unit penyedot minyak (skimmer) untuk mengangkat minyak di perairan.

Sterilisasi area sekitar platform YYA juga dilakukan PHE ONWJ dengan menyiagakan 45 untuk melakukan oil spill combat, patroli dan standby firefighting. Drone dikerahkan untuk memonitor formasi statik boom dan pergerakan kapal.

Penangkapan minyak dengan cara mengejar, melokalisir, serta menyedot ceceran minyak yang melewati batas sabuk oil boom di sekitar anjungan juga masih dilakukan.

Jadi hingga saat ini tercatat ada sembilan wilayah terdampak di Karawang meliputi Tanjung Pakis, Segar Jaya, Tambak Sari, Tambak Sumur, Sedari, Cemara Jaya, Sungai Buntu, Pusaka Jaya Utara dan Mekar Pohaci. Sementara dua pantai terdampak di Bekasi yakni Pantai Bahagia dan Pantai Bakti. [hid]

Komentar

x