Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 19:02 WIB

Ombusman: Ganti Rugi Listrik Padam Terlalu Kecil

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 9 Agustus 2019 | 07:33 WIB
Ombusman: Ganti Rugi Listrik Padam Terlalu Kecil
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT PLN (Persero) akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman listrik di sebagian pulau Jawa. Pemberian konpensasi itu bersasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017.

Namun, Anggota Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Alvin Lie menilai, jumlah kompensasi yang diberikan sangat kecil. Menurut dia, nilai kompensasi itu tidak sebanding dengan kerugian konsumen. Sebab, ada kerugian lain yang didapat oleh pelanggan.

"Kami nilai bahwa besaran kompensasi terlalu kecil, tidak sepadan dengan kerugian yang diderita, contoh 2200 watt, 45 ribu rupiah saja. Itupun dalam bentuk diskon periode berikutnya," kata Alvin saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Dengan begitu, dia akan meminta pada pemerintah untuk meninjau lagi nominal kompensasi yang diberikan. Sebab, hal itu sudah menjadi hak dari konsumen yang sudah dirugikan.

"Kami tentu akan mendesak pemerintah untuk tinjau kembali besaran kompensasi. Tata cara masyarakat mengetahui hak haknya," kata dia.

Adapun nilai kompensasi yang akan diberikan telah diperhitungkan sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 27 tahun 2017. Metodenya, mulai 1 September 2019 akan diberikan pengurangan tagihan listrik kepada dua golongan pelanggan PLN, yakni golongan adjustment dan non adjustment (subsidi).

Golongan adjustyment diberikan pengurangan tagihan 35% dari minimum tagihan pada bulan bersangkutan. Sementara untuk golongan non adjustment atau subdisidi diberikan pengurangan tagihan 20% dari total tagihan minimum bulan bersangkutan.

Lalu kepada pelanggan yang menggunakan listrik prabayar yang menggunakan token untuk pengisian ulang listriknya, maka kompensasi akan diberikan pada saat mereka membeli token. Pada saat pelanggan membeli token, mereka akan mendapatkan 2 nomor token terpisah.

Nomor token pertama berisi nilai pengisian pulsa listrik sesuai jumlah yang dibeli. Adapun nomor token kedua berisi jumlah kompensasi yang didapat pelanggan bersangkutan.

Kedua token ini selanjutnya di-entry terpisah ke dalam alat meteran pelanggan. Metode dual token ini diterapkan dengan tujuan untuk transparansi, sekaligus kejelasan nilai kompensasi yang diterima pelanggan. [hid]

Komentar

x