Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 18:14 WIB

Paradigma Baru BLI KLHK dalam Mengelola Lingkungan

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 13 Agustus 2019 | 16:15 WIB
Paradigma Baru BLI KLHK dalam Mengelola Lingkungan
Kepala BLI KLHK, Agus Justianto - (Istimewa)

INILAHCOM, Serpong - Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus bergerak aktif, proaktif dan progresif dalam mengembangkan iptek dan inovasi.

Hal itu dilakukan untuk menjawab tantangan hasil-hasil iptek dan inovasi, serta dinamika dan perlindungan pengelolaan lingkungan hidup, termasuk era industri 4.0 dan masyarakat 5.0. "Untuk mewujudkan peran penting institusi riset serta urgensi iptek dan inovasi sebagai penyangga kebijakan, koordinasi dan aksi kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), " kata Kepala BLI KLHK, Agus Justianto di Serpong, Banten, Selasa (13/8/2019).

Kemudian, kata dia, disinergikan dengan Festival Kehutanan Tropis dan Penelitian Lingkungan untuk promosi hasil-hasil BLI. Kegiatan ini mengusung tema Powering Knowledge and Science untuk Hutan, Lingkungan, dan Manusia.

Tema ini diangkat sebagai upaya yang diperkuat ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai penggerak sosial untuk hutan, lingkungan, dan masyarakat. Acara ini juga mengubah 106 tahun Badan Litbang dan Inovasi yang lahir 16 Mei 1913 sekaligus mengingatkan ke-26 Pusat Litbang Kualitas dan Laboratorium Lingkungan yang didirikan pada 12 Agustus 1993; Dimana saat ini telah ditayangkan paradigma kerja baru.

Dalam acara ini akan diluncurkan 4 agenda baru paradigma Badan Litbang dan Inovasi serta Sistem Informasi Laboratorium Serpong (Silapong). Adapun paradigma baru tersebut yaitu produksi dan reproduksi pengetahuan; kontestasi pengetahuan, promosi, kampanye dan advokasi; pembangunan jaringan, dan memperluas jangkauan; masuk dalam virtual era dan society era, dengan merintis komersialiasi, bisnis dan marketing.

Agenda baru ini merupakan publikasi lanjutan LHK dan terbatasnya sumber daya, maka peran IPTEK tidak lagi cukup menghasilkan dan mereproduksi pengetahuan, namun harus diimbangi oleh co-produksi pengetahuan yang dimaksud dan mengkampanyekan, membangun kewirausahaan, memperluas jaringan kerja, serta memasuki area kerja virtual. "Salah satunya adalah pengembangan sistem informasi laboratorium Lingkungan, untuk mempercepat arus informasi dan layanan publik," ujar dia

Festival ini akan disemarakkan dengan pameran iptek dan inovasi serta lima acara tambahan, dengan tema Timbel dan Merkuri di sekitar kita oleh P3KLL; IPTEK dan Inovasi Pengolahan Hasil Hutan oleh P3HH; Peran IPTEK dan Inovasi LHK oleh Biro Humas; Pengelolaan Gambut Tropis Berkelanjutan dan Aksi Kolaborasinya oleh P3HH dan Wetland Internasional Indonesia; dan Implementasi REDD + Pembelajaran dari Kaltim oleh P3SEKPI dan Pemda Kaltim.[ipe]




Komentar

x