Find and Follow Us

Selasa, 20 Agustus 2019 | 17:54 WIB

Petinggi Pertamina Ngaku Ngeri Kendaraan Listrik

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 16 Agustus 2019 | 11:54 WIB
Petinggi Pertamina Ngaku Ngeri Kendaraan Listrik
Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid

INILAHCOM, Jakarta - Kehadiran kendaraan listrik sangat dinantikan banyak pihak. Namun, ada juga yang merasa khawatir dan dihantui galau atas kehadiran kendaraan listrik itu.

Adalah PT Pertamina (Persero) yang mengaku khawatir terkait kemajuan kendaraan listrik nantinya akan berpengaruh pada bisnis bahan bakar minyak (BBM).

Pertamina pun cemas konsumen akan beralih pada bahan bakar listrik. Apalagi pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang kendaraan listrik. "Yang lebih gawat dari itu adalah mobil listrik, kendaraan listrik karena itulah main customer kami," kata Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid, Jakarta, Kamis (15/8)2019).

Sebab, sudah ada negara yang merasakan hal itu. Salah satunya kata dia, adalah Cina. Disana perkembangan kendaraan listrik luar biasa dahsyat. Akibatnya penjualan BBM disana tidak tumbuh.

"Ini di China ada sekitar 2,7 juta kendaraan listrik hari ini dan trennya terus naik dari 4,7 juta dari kendaraan listrik di dunia China sekitar 2,7 juta. China dengan Indonesia engak jauh," ujar dia.

Mas'ud mengatakan perkembangan energi listrik untuk kendaraan menjadi real kompetitor bagi bisnis minyak ke depannya. Oleh karenanya Pertamina tengah berfikir bagaimana agar substitusi energi tersebut tidak membuat bisnis di subenergi lainnya mati.

Termasuk juga untuk masuk dalam bisnis mobil listrik terutama penyediaan fasilitas pengisian daya listrik atau stasiun pengisian listrik umum (SPLU). Namun hal tersebut tentu sangat tergantung dari regulasi ke depannya.

Saat ini Pertamina juga telah memiliki fasilitas SPLU yang berada di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kuningan. "Dalam situasi dinamika disrupsi seperti ini, Pertamina tetap waspada," kata dia.


Komentar

x