Find and Follow Us

Selasa, 24 September 2019 | 17:00 WIB

Iuran Badan Usaha Penyalur BBM Turun

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 16 Agustus 2019 | 17:07 WIB
Iuran Badan Usaha Penyalur BBM Turun
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Jumlah iuran dari kegiatan usaha penyediaan dan pendistribusian bahak bakar minyak (BBM) dan pengangkutan gas bumi lewat pipa turun. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 48 tahun 2019.

PP ini menggantikan yang sebelumnya yakni PP No 1 tahun 2006. Beberapa perubahan dalam aturan ini diantaranya penurunan tarif, denda 2% komulatif, Konversi kurs tengah BI, bagibtransaksi valuta asing, Pembayaran iuran bulanan berdasarkan self assessment, Kewajiban laporan triwulanan dan laporan keuangan.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) M Fanshurullah Asa menjelaskan, jika volume penjualan BBM sampai dengan 25 juta Kilo Liter (KL) tarif iurannya sebesar 0,25%, sebelumnya 0,30%.

Kemudian apabila penjualan antara 25 juta KL - 50 juta KL tarifnya 0,175%, sementara volume penjualan diatas 50 juta KL per tahun tarif iuran yang baru sebesar 0,075% sebelumnya 0,1%.

"Total 88 juta KL yang beredar BBM, JBU (selain premium solar) 63 Juta KL setahun, itu potensi iuran BPH Migas," kata Fanshurullah dikutip Jumat, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

Nah, sementara untuk penjualan gas pipa untuk volume pengangkutan sampai 100.000.000 MSCF per tahun tarif iuran berdasarkan beleid terbaru sebesar 2,5% dari sebelumnya sebesar 3%.

Apabila volume pengangkutan diatas 100.000.000 MSCF per tahun tarif iuran sebesar 1,5% dari sebelumnya 2%. Kemudian besaran iuran badan usaha yang melakukan kegiatan usaha niaga gas bumi sebesar 0,25% dari sebelumnya 0,3%.

Sementara Direktur Komersial PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Danny Praditya mengungkapkan, pemberlakuan aturan baru ini tidak akan serta merta langsung menurunkan harga gas yang dijual PGN. Ia menjelaskan komponen pembentuk harga gas cukup banyak.

Kata dia, iuran ini memang salah satu komponen tersebut. Namun, jika nilai penurunannya hanya kurang dari 1% tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap harga gas nantinya.

"Ini sebagai salah satu komponen harga, dampaknya kita lihat nanti ya, secara komponen biaya ini pasti akan berpengaruh dari 3% jadi sekitar 2%. Tidak terlalu besar sih, kan 3/1000 ya," kata Danny.[jat]

Komentar

x