Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 23:13 WIB

Ekowisata Mangrove dan Perekonomian Pasir Putih

Sabtu, 17 Agustus 2019 | 16:09 WIB
Ekowisata Mangrove dan Perekonomian Pasir Putih
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Karawang - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menggelar program corporate social responsibility (CSR) untuk warga pesisir yang tinggal di sekitar wilayah operasi.

Salah satunya program CSR unggulan PHE ONWJ yaitu pengelolaan hutan pendidikan di wilayah pesisir Subang dan Karawang, bernama Kapal Kehati GreenThink yang sudah ditetapkan sebagai Jawara Wisata Subang oleh Bupati. Keberhasilan ini mendorong perusahaan untuk melakukan replikasi di Desa Pasir Putih, Karawang.

Pada 2017, Pantai Pasir Putih sudah memiliki program Orang Tua Asuh Pohon (OTAP), program tersebut terus berjalan dan pada 2018 berkembang dengan program Ekowisata Mangrove Pasir Putih Karawang.

"Kami melihat berbagai permasalahan di Pasir Putih. Di sini ada 938 keluarga yang terancam terkena abrasi pantai, padahal kehidupan mereka juga bergantung terhadap hasil laut, istri nelayan juga tidak produktif. Dari permasalahan tersebut, kami usung program untuk membantu mempercantik lingkungan serta bisa menambah perekonomian bagi mereka. Caranya dengan membuka ekowisata mangrove dan terumbu karang, peningkatan kapabilitas nelayan. Selain itu kami berdayakan istri nelayan dengan meningkatkan kapasitas mereka mengolah produk hasil laut terutama rajungan, mengingat Pasir Putih ini merupakan sentra rajungan di Jawa Barat," ujar VP Relations Pertamina Hulu Energi, Ifki Sukarya dalam rilis kepada media di Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Untuk mengatasi abrasi pantai, PHE ONWJ dan masyarakat bergotong royong untuk menggunakan ban bekas sebagai media penahan abrasi. Ada sekitar 2.000 ban bekas yang digunakan sebagai media penahan abrasi untuk lahan pesisir seluas 14.440 m2.

Bukan hanya itu, kolaborasi ini menghasilkan 20 hektare lahan termanfaatkan sebagai ekowisata mangrove terintegrasi. Ada 90.000 mangrove yang sudah tertanam di area tersebut. Terbentuknya kelompok pengelola ekowisata juga membuat perekonomian nelayan dan masyarakat Pasir Putih meningkat, terbukti kelompok nelayan dan masyarakat berhasil mendapatkan omzet sebesar Rp 25.200.000 per tahun dari pengelolaan kawasan Ekowisata Mangrove dan Terumbu Karang Pasir Putih. [ipe]

Komentar

x