Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 15:47 WIB

Ini Anggaran Kemenhub di 2020 Senilai Rp42,7 T

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 18 Agustus 2019 | 17:03 WIB
Ini Anggaran Kemenhub di 2020 Senilai Rp42,7 T
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2020 Kementerian Perhubungan sebesar Rp42,7 triliun untuk tahun 2020, jumlah tersebut naik 1 triliun rupiah dari APBN Kemenhub tahun 2019.

Demikian Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi tentang penyampaian keterangan Pemerintah kepada masyarakat tentang Nota Keuangan dan RAPBN Tahun 2020, yang diselenggarakan di Kantor Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, seperti mengutip dari laman resmi Kemenhub.

Pada tahun 2020, Menhub mengatakan akan fokus meningkatkan konektivitas melalui pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sektor transportasi.

"Anggaran tersebut akan di fokuskan pada konektivitas antar daerah melalui program seperti angkutan perintis tol laut dan tol udara sebesar kurang lebih 1.4 triliun rupiah," jelas Menhub.

"Berikutnya adalah bagaimana kita juga mendorong peningkatan SDM transportasi melalui pendidikan dan pelatihan baik di sektor darat, laut dan udara. Tercatat akan dilakukan pendidikan sebanyak 380.000 orang dengan biaya sekitar 2,1 triliun rupiah," ujarnya.

Beberapa pembangunan dan pengembangan infrastruktur trasnportasi yang dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah diantaranya : pembangunan Bandar Udara, Pelabuhan Laut dan Penyeberangan dan Reaktivasi Jalur Kereta Api.

"Berikutnya apa yang kita lakukan adalah pembangunan pengembangan sarana dan prasarana baik udara, darat, laut dan reaktivasi jalur kereta api," jelas Menhub.

Lebih lanjut Menhub menjelaskan, kedepannya Kemenhub terus berupaya mengoptimalkan pelayanan angkutan massal agar masyarakat semakin berminat menggunakan angkutan massal. Contohnya, Kemenhub tidak lagi memberikan bus kepada Pemerintah Daerah, tetapi melalui skema buy the service atau pembelian layanan oleh pemerintah kepada pihak swasta sebagai operator untuk mengoperasikan angkutan bus seperti Bus Rapid Transit (BRT).

"Kalau selama ini kita memberikan bus ke daerah-daerah, sekarang kita mensubsidi angkutan bus. Diharapkan masyarakat lebih tertarik beralih menggunakan transportasi massal karena harga yang terjangkau. " tutur Menhub.

Selain itu, Kemenhub juga terus meningkatkan konektivitas untuk mendukung sektor pariwisata. Khususnya di daerah destinasi wisata 10 Bali Baru di Indonesia. Pembangunan infrastruktur transportasi untuk mendukung pariwisata tersebut tidak hanya menggunakan APBN melainkan dikombinasi dengan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha baik BUMN maupun swasta.

"Kita akan mendapat mandat untuk menunjang pariwisata terutama Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur dan juga Sulawesi Utara (Sulut) karena memang sulut terlihat sangat potensial. Oleh karenanya beberapa kita melakukan perbaikan bandara melakukan perbaikan beberapa fasilitas pelabuhan dan tercatat juga tidak semuanya APBN. Misalnya, Bandara Komodo akan kita KPBU kan, dimana para investor asing sangat berminat dan ini pasti mendukung Labuan Bajo menjadi destinasi wisata yang baik," paparnya.

Sebagai informasi, pembangunan dan pengembangan infrastruktur transportasi yang akan dilakukan pada tahun 2020, untuk sektor perhubungan darat diantaranya : Pengadaan Mini Bus Sekolah sebanyak 260 Unit, Pembangunan Terminal Tipe A Lanjutan di 4 lokasi, Pembangunan Terminal Barang Internasional di 7 lokasi, Rehabilitasi/Peningkatan Terminal Tipe A di 20 lokasi, Rehabilitasi UPPKB pada 5 lokasi, Perlengkapan Jalan sebanyak 254 Paket, Subsidi Angkutan Jalan (307 Trayek), Subsidi Perkotaan melalui skema pembelian layanan (Buy The Service)

, Pembangunan Pelabuhan Sungai Baru pada 3 lokasi, Pembangunan Kapal Penyeberangan Baru 6 unit

, Pembangunan Kapal Lanjutan 4 unit, Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Lanjutan di 13 lokasi, Pembangunan Pelabuhan Danau Lanjutan pada 10 lokasi, Subsidi Angkutan Penyeberangan (228 Lintas dan Penyeberangan

Long Distance Ferry.

Sedangkan untuk sektor perkeretaapian, akan ada Pembangunan Jalan KA sepanjang 238,80 kmsp, Peningkatan dan Rehabilitasi Jalur KA sepanjang 229,48 kmsp dan Pembangunan Bangunan Khusus 1 unit.

Di sektor transportasi laut akan ada Pelayanan Angkutan Kapal Ternak 6 Trayek, angkutan laut perintis 113 Trayek , angkutan Barang Tol Laut 21 Trayek, Pembangunan / peningkatan / rehabilitasi / pengadaan di bidang

telekomunikasi pelayaran 28 Paket, Pembangunan / peningkatan / rehabilitasi / pengadaan di bidang / Pengadaan SBNP (Sarana Bantu Navigasi Pelayaran) 155 Paket, Pembangunan Kapal Patroli 15 Unit, dan Pembangunan/ Pengembangan/ Rehabilitasi Fasilitas Pelabuhan Laut.

Sedangkan transportasi udara akan mensubsidi angkutan udara perintis (Angkutan perintis penumpang &

jembatan udara) 192 rute, Penyelesaian Pembangunan 4 Bandara Baru, Pengembangan Terminal Baru di 14 Bandar Udara, dan Peningkatan Kapasitas sisi udara (Perpanjangan dan Pelapisan Runway) di 27 Bandara.

Komentar

x