Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 23:18 WIB

Pamor Kuat Rizal Ramli di Mata Pemimpin

Senin, 19 Agustus 2019 | 02:09 WIB
Pamor Kuat Rizal Ramli di Mata Pemimpin
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Di balik sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, banyak pemimpin yang kepincut dengan ekonom senior Rizal Ramli. Walhasil, berbagai posisi penting pernah dijalaninya.

Di mata Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Joko Widodo, sosok Rizal Ramli berhasil mencuri perhatian. Tentu saja karena pandangan serta pemikiran ekonomi yang bernas dan berpihak kepada rakyat.

Wajarlah, sejak era Gus Dur hingga Jokowi, Bang RR, sapaan akrab Rizal Ramli mendapat amanah untuk duduk di kabinet, kepala perusahaan negara hingga komisaris BUMN.

Ada pengalaman menarik ketika Gus Dur membuka peluang bagi Rizal yang dikenal sebagai aktivis ITB, masuk pemerintahan. Menariknya karena Gus Dur harus tiga kali membujuk Rizal.

"Suatu ketika Gus Dur menghubungi saya. Dia bilang, kali ini kamu enggak boleh nolak. Kamu satu-satunya orang Indonesia yang ditawarin jabatan, tapi nolak berkali-kali. Biasanya, orang sekali saja mau, saya pusing mikirin kamu. Jadi apa Gus? Kamu jadi ketua Bulog," papar Rizal menirukan percakapannya dengan Gus Dur.

Karena tiga kali ditawari Gus Dur, Rizal akhirnya luluh juga. "Jadilah saya ketua Bulog, kita beresin Bulog yang tadinya rugi, kita bikin untung lima triliun dalam waktu setahun," ungkap Rizal di Kawasan Kemang, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sejak saat itu, dirinya menjadi dekat dan mendapat kepercayaan khusus dari Gus Dur. Ketika menjabat kepala Bulog, Rizal diminta Gus Dur untuk membenahi IPTN yang terus merugi.

Awalnya Rizal menolak dengan berbagai alasan, mulai dari salah menghubungi orang dan apa hubungan Bulog dengan IPTN. Namun hati keras Rizal lelelh juga. "Gus saya dulu suka kritik pak Habibie, saya senang industri peswatnya, tapi Habibie itu selalu serba mahal dan dia nggak bisa jual. Jadi saya malas benerin itu. Tapi kata Gus Dur, lha ngapain dong waktu kamu muda suka ngritik dia. Jadi kamu kena karma sekarang, kamu harus beresin. Tapi apa kata orang kalau Ketua Bulog cawe-cawe beresin IPTN. Gus Dur malah ngomong, kamu gitu saja repot. Kasih saja nomor telepon saya, kalau ada yang nanya-nanya suruh telepon langsung," kenang Rizal.

Seperti Bulog, IPTN merugi menjadi bergerak positif di tangan Rizal. Tercatat adanya keuntungan hingga Rp16 miliar. Atas prestasi ini, Rizal semakin dipercaya Gus Dur untuk menjabat Menko Ekuin (23 Agustus 2000-12 Juni 2001). Selanjutnya pada 12 Juni 20019 Agustus 2001, dirinya ditunjuk menjabat menteri keuangan.

Di era SBY, Rizal sempat menjabat komisaris utama PT Semen Gresik (Persero) dan PT BNI (Persero). Pada 2007, Rizal berhasil mencatatkan prestasi bagi Semen Gresik. Lantaran masuk tujuh besar BUMN yang laba bersihnya naik dari Rp1,3 triliun menjadi Rp1,8 triliun.

Pada 12 Agustus 2015, Presiden Joko Widodo menunjuk Rizal Ramli menjabat Menko Kemaritiman dan Sumber Daya. Kala itu, Rizal sempat bersitegang dengan Menteri ESDM Sudriman Said terkait Blok Masela. Sempat mengkritik rencana Garuda memborong Pesawat Boeing serta mega proyek setrum #5 Ribu MW. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x