Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 23:24 WIB

Inilah Pemantik Kualitas Buruk Udara Jakarta

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 19 Agustus 2019 | 04:09 WIB
Inilah Pemantik Kualitas Buruk Udara Jakarta
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Buruknya kualitas udara di Jakarta disebabkan bukan dari satu faktor saja. Melainkan banyak faktor yang menjadi penyumbang buruknya kualitas udara di Ibu Kota ini.

Berdasarkan Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, sumber polusi ibu kota terbagi menjadi empat, yakni transportasi darat (75%), pembangkit listrik dan pemanas (9%), pembakaran industri (8%), dan pembakaran domestik (8%).

Dengan begitu, tentu diperlukan upaya nyata dari pemerintah daerah (pemda) melalui kebijakannya untuk menekan tingkat polusi di Ibu Kota Republik Indonesia (RI) ini.

Adila Isfandiari selaku Climate and Energy Researcher Greenpeace Indonesia, menyatakan, harus dilakukan inventarisasi emisi yang terbesar, dan juga melihat parameter apa yang mereka pergunakan. "Demikian juga lokasi seperti industri yang kebanyakan berada di luar wilayah DKI Jakarta, apakah langsung berpengaruh ke DKI Jakarta. Bagaimana dengan kendaraan bermotor bernomor polisi di luar DKI seperti Tangerang dan Bekasi yang juga masuk melintas di DKI Jakarta," kata Adila dikutip Minggu, Jakarta, (18/8/2019).

Kemudian, pembangkit listrik yang ada juga berlokasi di luar Jakarta, atau jauh dari pusat kota Jakarta. Keberadaan pembangkit listrik dengan batubara (PLTU) milik PLN itu, tidak hanya terletak di luar kota, tetapi juga jauh dari potensi menyebarkan polusi.

"Karena itu perlu ditilik lagi sumbernya disebabkan oleh apa saja, seperti misalnya pembakaran sampah. Selain itu perlu dipertimbangkan di sini, kebijakan apa yang diambil terkait hal tersebut," ujar dia.

Sementara Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Tanpa Timbal Ahmad Safrudin (Puput) mengatakan, upaya lain untuk menekan emisi gas buang kendaraan bermotor, salah satunya dapat dilakukan melalui uji emisi.

Menurut dia, uji emisi penting dilakukan karena kendaraan bermotor menjadi penyumbang terbesar polusi udara. Dia menyebutkan, setiap hari, 19.000 polutan keluar dari kendaraan bermotor. "Sedangkan penyumbang terbesar emisi polutan adalah sepeda motor yang besarnya 10 kali lipat dari emisi kendaraan bermotor 2000 cc," kata.

Adapun pemerintah akan terus meningkatkan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang mencapai 13%. Pada 2025 ditargetkan menjadi lebih dari 23%, naik lagi menjadi di atas 31% pada 2050. [ipe]


Komentar

x