Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 23:21 WIB

2020 Ekonomi Bisa 7%, Jokowi Cuman Pasang 5,3%

Senin, 19 Agustus 2019 | 15:01 WIB
2020 Ekonomi Bisa 7%, Jokowi Cuman Pasang 5,3%
Ekonom senior Rizal Ramli - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior melontarkan kekhawatiran atas perkembangan perekonomian nasional di masa depan. Dirinya bahkan menyebut fase creeping crises (krisis merangkak) bisa lahir di Indonesia.

Melalui akun twitter @ramlirizal, mantan Menko Kemaritiman era Kabinet Kerja Jokowi ini, menuliskan, creeping crises terjadi jika indikator makro-ekonomi di tanah air, terus merosot.

Yang paling kentara saat ini adalah melemahnya daya beli, serta sejumlah perusahaan mengalami gagal bayar. "Yg gagal bayar (default) dan zombie semakin banyak. Jika kelemahan makro bersamaan dgn kelemahan mikro, terjadilah krisis. Apalagi faktor global mengarah resesi," tulisnya di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid ini, mempertanyakan kinerja andalan utama tim ekonomi Jokowi yakni menteri Keuangan terbalik. Lantaran hanya menambah utang dengan bunga tinggi, dan mengejar pajak ecek-ecek. "Yang diuber pajak sing printil spt UKM. @jokowi, peningkatan utang punya 2 fungsi: membiayai defisit dan menopang rupiah," paparnya.

Celakanya lagi, kata Rizal, utang dalam bentuk rupiah, terue membubung. Pola kerja seperti ini dinilainya tidak kreatif. "Miskin kreatifitas dan terobosan Menkeu "terbalik" itulah yg menjelaskan kenapa ekonomi 2020 @jokowi hanya tumbuh 5,3%. Padahal bisa 6,5%-7%," ungkapnya.

"Karena andalannya hanya utang, tanpa kreatifitas utk memacu sumber2 pertumbuhan lain," pungkas mantan Kepala Badan Urusan Logistik (Kabulog) di era Gus Dur itu. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x