Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 23:11 WIB

Bakamla Tangkap Kapal Timah & Pembawa BBM Ilegal

Selasa, 20 Agustus 2019 | 13:20 WIB
Bakamla Tangkap Kapal Timah & Pembawa BBM Ilegal
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Operasi Khusus Bakamla RI dengan Kapal Patroli KN Bintang Laut-401, berhasil menangkap satu Kapal Timah yang diduga menyedot pasir timah tanpa dokumen kapal, serta 4 kapal pengangkut BBM ilegal di Perairan Bangka Belitung, Senin (19/08/2019).

Dalam rilis kepada media di Jakarta, Selasa (20/8/2019), saat diperiksa, kapal isap pasir (KIP) telah melakukan pengisian solar industri High Speed Diesel (HSD) dari kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB). Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dokumen SPOB dan muatan minyak, memang lengkap. Namun untuk dokumen KIP-nya, tidak lengkap.

Setelah mendapat informasi dari masyarakat tentang peredaran BBM ilegal di perairan Bangka Belitung, Tim Opsus Bakamla RI dengan dukungan KN Bintang Laut-401 yang dikomandani Mayor Bakamla Margono, melaksanakan operasi. Hasilnya, ya itu tadi, dua kapal SPOB dan dua kapal Motor Tanker (MT) membawa BBM ilegal.

Dari hasil pemeriksaan awal kapal SPOB (T9), nakhoda kapal mengaku mendapatkan minyak sebanyak 300 ton dari kapal tanker di Palembang, tanpa dokumen yang sah. Minyak kemudian dijual ke kapal KIP dan saat ini sisa minyak sebanyak 70 ton.

selain itu, tim memeriksa kapal SPOB dengan hasil pemeriksaan awal kapal mengangkut minyak ilegal yaitu minyak CONG (minyak olahan masyarakat) dari pelabuhan tikus di Kubangan Jambi. Sisa muatan di kapal sebanyak 130 ton minyak.

Tim khusus beroperasi kembali disekitar perairan Bangka Belitung, mengadakan penyelidikan dan pencarian dengan mendekati satu persatu kapal yang berada diperairan tersebut dan akhirnya kapal target ditemukan. Selanjutnya tim melakukan pemeriksaan awal dan didapati kapal MT (BA) mengangkut minyak CONG sebanyak 20 ton. Saat pemeriksaan dokumen kapal tidak ada.

Pemeriksaan dilakukan terhadap kapal MT (AD15) yang mengangkut 350 ton minyak dari olahan masyarakat Kubangan Jambi. Seluruh kapal hasil operasi di adhoc ke Belinyu Bangka guna pendalaman dan penyidikan lebih lanjut. [ipe]

Komentar

x