Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 23:11 WIB

KBN: Investasi Pelabuhan Marunda Rp588 Miliar

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 20 Agustus 2019 | 20:40 WIB
KBN: Investasi Pelabuhan Marunda Rp588 Miliar
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT KBN (Persero) menyatakan, total investasi pembangunan Pelabuhan Marunda hasil kerja sama dengan PT Karya Tekhnik Utama (PT KTU) sebesar Rp588 miliar. Hasil perhitungan konsultan independen.

"Investasi swasta itu hanya senilai Rp 588 miliar. Tidak ada mencapai triliunan," kata kuasa hukum PT KBN, Hamdan Zoelva saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Hamdan mengatakan, angka tersebut didapatkan setelah dilakukan renegoisasi antara PT KBN dengan PT KTU. Renegoisasi dilakukan pasca audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang merekomendasikan perjanjian ulang.

Menurut mantan Ketua MK ini, berdasarkan renegoisasi tersebut, PT KBN dan PT KTU bersepakat menunjuk KJPP Sukofindo untuk melakukan valuasi aset. Hasilnya, ya itu tadi, nilai asetnya mencapai Rp588 miliar. "Hasil perhitungan Sukofindo total nilai aset, bangunan, aset tanah, kemudian nilai pier 1 dan 1/2 pier dua nilai asetnya Rp588 miliar. Itu penilaian dari konsultan indepen," kata mantan Anggota DPR asal PBB itu.

Selanjutnya, kata Hamdan, KBN dan KTU membentuk perusahaan baru bernama PT Karya Citra Nusantara (PT KCN). Disepakati adanya penambahan modal. "Dari nilai Rp 588 miliar, karena saham 50-50 persen maka masing-masing sepakat menambah modal sebesar Rp294 miliar," kata dia.

Menurut dia, KBN pun menyetorkan uang ke kas perusahaan. Namun yang disetor tidak semua. "Tertunda sebagian karena perintah dari Pemprov DKI," ujar dia.

Sebaliknya, hal itu tidak dilakukan oleh pihak PT KTU. "Pernah memang dia setor ke rekening, pagi disetor, sore ditarik lagi. Tapi yang disetorkan oleh KBN sampai sekarang tidak diambil," kata Hamdan

"Saya pastikan tidak. KTU tidak pernah setorkan ke KBN. KTU pernah setor, tapi sore ditarik lagi. Jadi saya anggap tidak pernah," kata Hamdan.

Sebelumnya, kuasa hukum KCN, Juniver Girsang, pernah membantah soal tidak adanya penyetoran modal. Menurut dia, sebelum Addendum III dinyatakan batal dengan adanya kesepakatan bersama pada 2 Mei 2016, KTU telah melakukan setoran tunai penambahan modal atas saham senilai Rp437.776.560.588 dan terdapat pencatatan nilai dermaga (inbreng) pada laporan keuangan KCN sebelum Addendum III. [ipe]

Komentar

x