Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 16:14 WIB

Paruh Pertama, PTPP Raih Kontrak Anyar Rp14,81 T

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 21 Agustus 2019 | 04:09 WIB
Paruh Pertama, PTPP Raih Kontrak Anyar Rp14,81 T
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT PP (Persero) Tbk membukukan kontrak anyar senilai Rp14,81 triliun sampai dengan Juni 2019. Atas capaian ini, perseroan makin optimis bisa menggapai target 2019.

"Manajemen optimis target kontrak baru Perseroan sampai dengan akhir tahun akan tercapai sebesar Rp. 50 triliun," kata Lukman Hidayat selaku Direktur Utama PTPP di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Dia merincikan, kontrak baru itu terdiri dari kontrak baru Induk Perseroan senilai Rp13,15 triliun, dan anak perusahaan sebesar Rp1,66 triliun.

Adapun kontrak baru itu antara lain RDMP RU V Balikpapan Lanjutan (Kalimantan Timur) senilai Rp5,88 triliun; Tol Indrapura-Kisaran (Sumatera) senilai Rp3 triliun; smelter Kolaka Tahap 1 dan 2 senilai Rp700 miliar, Pesantren Mualimin Yogya senilai Rp470 miliar.

Kemudian, Pekerjaan Tambah Runway Soetta Sec 1 sebesar Rp455,975 miliar; Kereta Api Makassar Pare-Pare sebesar Rp450 miliar; Sapras SPBU Rest Area sebesar Rp334 miliar; Landmark Telkom Universe sebesar Rp292 miliar; RSUD Soreang sebesar Rp269 miliar; Infrastruktur Tol Bakauheni sebesar Rp235 miliar.

Sampai dengan Juni 2019, perolehan kontrak baru dari BUMN, cukup mendominasi dengan kontribusi Rp10,01 triliun, atau setara 68%. Disusul kontrak dari pihak swasta senilai Rp3,61 triliun, atau setara 24%. Serta APBN sebesar Rp1,17 triliun, atau 8% dari total kontrak baru.

Sedangkan, perolehan kontrak baru berdasarkan jenis atau tipe pekerjaan, yaitu Oil & Gas sebesar 40%, Gedung sebesar 24%, Jalan & Jembatan sebesar 22% dan Industri sebesar 6% yang merupakan 4 (empat) kontributor utama dari portofolio kontrak baru Perseroan sampai dengan Juni 2019 dengan total kontribusi sebesar 92%.

"Sisanya dikontribusi oleh Airport sebesar 3%, Kereta Api sebesar 3% dan Irigasi dan Power Plant, masing-masing sebesar 1%," kata dia.

Sementata pada April 2019, PTPP melakukan penandatangan kontrak Pembangunan Pabrik Peleburan (smelter) berteknologi Rotary Kiln Electric Furnance dengan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) dan telah dilakukan pemancangan tiang pertama pada 15 Juni 2019.

Proyek pembangunan Smelter Feronikel yang berlokasi di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara ini akan menelan investasi sebesar Rp4 triliun untuk Tahap 1 dan akan dilanjutkan tahap berikutnya dengan nilai total investasi mencapai Rp14,5 triliun.

Pembangunan pabrik Smelter ini pun menggunakan teknologi RKEF yang terdiri dari 4 (empat) tanur listrik jenis rectangular dimana teknologi ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Di samping itu, Perseroan juga telah melakukan perjanjian kerjasama terkait pembangunan pabrik peleburan (nickel smelter) dengan PT Macika Mineral Industri pada 5 Agustus 2019 lalu.

Dalam pembangunan proyek Smelter ini, Perseroan berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek yang akan bekerjasama dengan perusahaan China dari sisi technology and machinery provider.

Pembangunan Smelter ini akan menggunakan teknologi Rotary Kiln Electric Furnance (RKEF) dengan total kapasitas daya 2x33 MVA dengan target produksi sebesar 120.000 ton setiap tahunnya dengan kadar minimum nikel 11%.

Proyek Pembangunan Nickel Smelter ini berlokasi di Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2021.

Dari sisi portofolio investasi, Perseroan telah melakukan penandatanganan Akta Perjanjian Usaha Patungan (PUP) dan Akta Pendirian PT Pembangunan Perumahan Semarang Demak, sebagai badan usaha yang membangun dan mengelola Tol Semarang-Demak. [ipe]


Komentar

x