Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 16:07 WIB

Siapkan Rp6T, Semen Baturaja Bangun Pabrik Anyar

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 21 Agustus 2019 | 17:30 WIB
Siapkan Rp6T, Semen Baturaja Bangun Pabrik Anyar
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) berencana bakal membuat pabrik semen barunya di wilayah Jambi, perseroan menyiapkan sedikitnya Rp6 triliun untuk investasi pabrik yang berkapasitas 2 juta ton per tahun.

"Kita berencana membuat pabrik baru di wilayah Jambi, mudah-mudahan di kuartal 4 tahun ini feasibility study sudah selesai," kata Direktur Utama SMBR Jobi Triananda Hasjim dalam acara 'Public Expose Live 2019' di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Jobi mengatakan perseroan bakal menyiapkan setidaknya Rp6 triliun untuk membangun pabrik anyar tersebut, namun Jobi masih enggan menyebut detail terkait sumber dana yang dibutuhkan. "FS-nya (feasibility study) saja belum kelar kita tunggu, mudah-mudahan awal tahun depan sudah selesai," katanya.

Sepanjang Semester I/2019, Semen Baturaja berhasil mencatatkan kenaikan volume penjualan dari 868.530 ton menjadi 883.622 ton atau naik 2% dari periode sebelumnya ditengah penurunan permintaan semen nasional yang masih terkoreksi sebesar 2,2%.

Bahkan wilayah Sumatera bagian selatan yang menjadi pasar utama perseroan juga terkoreksi sebesar 13,4% dibandingkan 2018. Perseroan juga berhasil menjaga dan meningkatkan pangsa pasar di wilayah Sumbagsel yang merupakan basis pemasaran SMBR sebesar 5% menjadi 35% dari periode sebelumnya.

"Bahkan pangsa pasar SMBR terbesar berada di Sumatera Selatan saat ini mencapai 64% atau naik 11% dari tahun sebelumnya, sementara di Lampung telah mencapai 24% dan Jambi mencapai 15%" Jobi.

Jobi optimis bahwa SMBR mampu meningkatkan penjualan semen pada Semester II/2019 seiring dengan peningkatan volume penjualan di Bulan Juli 2019 mencapai 6%. Kontribusi peningkatan volume penjualan terbesar pada Bulan Juli 2019 disokong oleh kenaikan penjualan di Sumatera Selatan dan Jambi.

Pada semester I-2019, pendapatan perseroan berhasil tumbuh 6%, menjadi Rp833,5 miliar, sementara pada 2018 sebesar Rp783,5 miliar. Laba kotor perseroan yang tumbuh 41%, menjadi Rp334,5 miliar dari Rp237,5 miliar pada 2018, karena berbagai pogram efisiensi yang dilaksanakan sepanjang paruh pertama 2019, sehingga Perseroan mampu menurunkan beban pokok penjualan sebesar 9%.

Laba usaha perseroan berhasil dinaikkan menjadi Rp92 miliar dari Rp89,7 miliar pada 2018. Namun, laba bersih perseroan mengalami penurunan menjadi Rp7,5 milyar dari Rp24,1 miliar pada 2018, karena meningkatnya beban keuangan dan pajak penghasilan. [ipe]


Komentar

x