Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 16:00 WIB

PTK Kini Punya Harbour Tug Dual Fuel Pertama

Rabu, 21 Agustus 2019 | 18:01 WIB
PTK Kini Punya Harbour Tug Dual Fuel Pertama
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak usaha PT Pertamina (Persero) yang berbisnis jasa pelayaran, maritim, dan logistik terus bergerak cepat.

Memasuki usia 50 tahun yang merupakan tahun emas, PTK kembali menambah satu unit kapal berjenis Harbour Tug 5000 PS LNG Dual Fuel. Kapal ini dijuluki Transko Rajawali, merupakan salah satu investasi PTK yang terus disupport Pertamina.

Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri khususnya untuk PTK karena merupakan kapal berbahan bakar ganda (HSD dan LNG) yang pertama di Indonesia dan dimiliki PTK.

Acara delivery Transko Rajawali dilaksanakan tanggal 21 Agustus 2019 bertempat di galangan PT Dok Warisan Pertama (PaxOcean) dihadiri oleh Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Gandhi Sriwidodo; Dewan Komisaris PTK; Direktur Utama PTK, Nepos MT Pakpahan; Direktur Pemasaran PTK, Arsono Kuswardanu.

Sedangkan dari PT Dok Warisan Pertama (PaxOcean) sebagai ship builder dihadiri oleh CEO PaxOcean, Tan Thai Yong; Yard Director, Jerome Chew; dan Enginering Director, Bian Lixin dan tamu undangan lainnya. Kapal ini dibuat galangan PT Dok Warisan Pertama (PaxOcean) di Batam dengan masa pembangunan dalam waktu 18 bulan, sesuai kontrak kerja yang telah disepakati.

Dengan bertambahnya unit kapal milik PTK ini, diharapkan dapat segera dioperasikan untuk memenuhi permintaan pelanggan, yaitu PT Perta Arun Gas, yang merupakan salah satu bentuk sinergi PTK di lingkungan Pertamina Grup.

Saat ini, PTK terus melakukan pembenahan guna menjadi Perusahaan Pelayaran dan Jasa Maritim yang Handal, Profesional dan Terpercaya. Sebagai Perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa, PTK dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh customer dan mitra kerja perusahaan.

Pembangunan kapal Transko Rajawali dengan memiliki engine menggunakan moda dual fuel dimaksudkan untuk mendukung program Pemerintah menuju eco green (mengurangi polusi udara) dan untuk efisiensi biaya operasi dari sektor pengguna bahan bakar engine. [ipe]

Komentar

x