Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 16:00 WIB

BPH Tuding Tambang Biang Kerok BBM Subsidi Jebol

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 22 Agustus 2019 | 00:06 WIB
BPH Tuding Tambang Biang Kerok BBM Subsidi Jebol
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar di tahun 2019 ini diperkirakan melebihi alias jebol. Ini berdasarkan data yang diperoleh pihak Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Dari hasil verifikasi realisasi volume BBM subsidi jenis Solar sampai Juli 2019 sebesar 9,04 juta kiloliter (kl) dan diproyeksikan sampai akhir tahun 2019 sebesar 15,31-15,94 juta kl. Artinya ada potensi kuota berlebih sebesar 0,8-1,4 juta kl.

Sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 kuota BBM bersubsidi jenis Solar ditetapkan sebesar 14,5 juta kl.

"Kami sudah meprediksi akan terjadi over kuota BBM bersubsidi dari yang sudah ditetapkan. Dengan begitu kami sepakat untuk melakukan pengendalian," kata Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa di Gedung BPH Migas, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

BPH menduga jebolnya kuota ini karena ada praktik penyelewengan. BPH menuding penyelewengan solar dilakukan oleh industri tambang dan perkebunan.

"Diduga wilayah penyimpangan BBM subsidi banyak terjadi di daerah tambang dan perkebunan. Selanjutnya kami bersama pihak berwajib akan berkoordinasi melakukan peningkatan pengawasan, pengendalian, sosialisasi hingga penindakan hukum," ujar dia.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina Masud Khamid mengamini, dugaan penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar tertinggi terjadi di daerah yang industri tambang dan perkebunan sedang menggeliat.

"Kami mengindikasi ada sejumlah provinsi yang over kuota [utamanya] di daerah yang industri tambangnya mulai bergeliat. Di antaranya Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Timur dan Sulawesi," kata dia.[jat]

Komentar

Embed Widget
x