Find and Follow Us

Sabtu, 19 Oktober 2019 | 23:10 WIB

KSP Dukung Pembangunan PLTA Sungai Kayan Kaltara

Kamis, 22 Agustus 2019 | 09:00 WIB
KSP Dukung Pembangunan PLTA Sungai Kayan Kaltara
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan, Kalimantan Utara (Kaltara) segera dimulai 2020. Pada 2024, diharapkan sudah bisa menghasilkan setrum.

Pembangunan PLTA tersebut dilakukan setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Kayan Hidro Energi selaku pihak yang membangun PLTA, dengan dua BUMN yakni PT Adhi Karya (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) di Kantor Staf Presiden (KSP), Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis lalu (15/8/2019). "Target akhir tahun ini akan dilakukan konstruksi," kata Direktur Operasi PT Kayan Hidro Energy, Khaeron di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Ia menjelaskan, konstruksi yang akan dilakukan untuk bendungan Kayan 1 dan 2 dari jumlah total lima bendungan dengan kapasitas 9.000 megawatt (MW). Pembangunan Kayan 1 berkapasitas 900 MW berjalan satu tahun, pembangunan Kayan 2 dilakukan pada 2020. "Kayan 1 itu jangka waktu 5 tahun dibangun (dan) sudah ada listrik 900 MW di 2024, tahap 2 tahun 2025. Selanjutnya dibangun secara bertahap," ucapnya.

Sebelumnya diketahui, Kepala Staf Presiden, Moeldoko mengatakan dalam perjanjian yang ditandatangani PT Kayan Hidro Energi selaku pihak yang membangun PLTA dengan dua BUMN yakni PT Adhi Karya dan PT Pelabuhan Indonesia IV terdapat tiga proyek strategis nasional yang berada di Kalimantan Utara.

Tiga proyek tersebut meliputi pembangunan pembangkit listrik tenaga air yang menghasilkan listrik hingga 9.000 megawatt, pembangunan pelabuhan dan kawasan industri. "Jadi, tiga kegiatan besar itu sekaligus dalam satu kawasan terintegrasi," kata Moeldoko saat memberikan keterangan usai penandatanganan MoU.

Moeldoko menegaskan, KSP akan mengawal jalannya proyek yang sudah ditandatangani itu. "Ini merupakan realisasi dari apa yang sekian lama telah diperjuangkan oleh Pak Gubernur (Kalimantan Utara Irianto Lambrie)," jelasnya.[tar]

Komentar

x