Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 15:51 WIB

Rini Minta Bos Kuliner Tinggalkan LPG Subsidi

Jumat, 23 Agustus 2019 | 09:45 WIB
Rini Minta Bos Kuliner Tinggalkan LPG Subsidi
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Karawang - Harus diakui, banyak usaha kuliner yang menggunakan LPN non-subsidi (3 Kilogram). Hal ini jelas menyalahi aturan, karena LPG subsidi diperntukan masyarakat tak mampu.

Dengan kata lain, penyaluran LPG subsidi menjadi tidak tepat sasaran. Tak ingin membiarkan hal ini, Menteri BUMN Rini M Soemarno mengajak pengusaha kuliner skala besar untuk 'move on'. Meninggalkan LPG subsidi menuju yang tak subsidi, semisal Bright Gas ukuran 5.5 Kg.

Ajakan ini dilakukan Rini di sela-sela kunjungan kerja ke Karawang, Jawa Barat. Kala itu, dia didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu, Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas'ud Khamid. Rombongan menyempatkan mampir ke rumah makan Pepes H Dirja di Walahar, Karawang.

Rumah makan pepes legendaris tersebut, merupakan salah satu warung makan favorit, dengan ciri khas menu aneka pepes. Selama ini, pemilik rumah makan ini yaitu Hajjah Dirja, mengaku menggunakan LPG subsidi 3 Kg untuk keperluan memasak jenis lauk yang di goreng. Rata-rata sehari bisa habis 3 tabung hijau.

"Repot juga, kadang nanggung kalau lagi goreng ikan dan banyak tamu, tiba-tiba gasnya habis. Jadi harus ganti dulu," kata Hajjah Dirja seperti tertulis dalam rilis di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Kini, lanjut dia, dengan Bright Gas 5,5 Kg, pekerjaan menjadi tidak terganggu dengan urusan ganti tabung. "Selain praktis, warnanya juga cakep. Semoga mudah nyari isi ulangnya," katanya.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Mas'ud Khamid menjelaskan, program edukasi persuasif kepada pengusaha usaha HORECA (Hotel, Restaurant dan Cafe), terus digalakkan Pertamina melalui jalur asosiasi maupun langsung ke pengusaha.

"Kami biasa menghimbau mereka, untuk move on ke LPG Non Subsidi melalui program trade-in seperti saat ini. Tentunya kami berharap langkah ini akan diikuti pengusaha restoran lainnya," kata Mas'ud Khamid.

Menurut Permen ESDM No. 26 tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG Subsidi, disebutkan LPG 3 Kg diperuntukkan bagi masyarakat kategori pra sejahtera atau usaha mikro. Melalui program trade-in, Pertamina turut mendorong agar penggunaan LPG subsidi menjadi tepat sasaran. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x