Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 15:57 WIB

Willem Wandik Raih Penghargaan KDI 2019

Jumat, 23 Agustus 2019 | 16:02 WIB
Willem Wandik Raih Penghargaan KDI 2019
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Koran SINDO bersama SINDOnews kembali menggelar Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2019 pada Kamis (22/8/2019) di Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Acara ini bertajuk "Inovasi untuk Indonesia Unggul" itu memberikan penghargaan kepada 27 kepala daerah yang dinilai mampu membawa perubahan di daerah yang mereka pimpin.

Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri, Akmal Malik, mengapresiasi perhelatan KDI tahun ini. Dia berharap agar acara tersebut dapat memotivasi para kepala daerah untuk terus menyejahterakan rakyat, serta memberikan pelayanan dan memiliki daya saing yang tinggi untuk memajukan daerahnya.

"Kami ingin sampaikan agar kepala daerah maksimal menyajikan inovasi dan kreativitas. Inovasi harus bisa mendorong kesejahteraan masyarakat, pelayanan dan daya saing. Ini sejatinya," kata Akmal Malik dalam sambutannya di malam penganugerahan KDI 2019 di Padang.

Tidak hanya itu, Akmal juga mengapresiasi Koran SINDO dan SINDOnews yang memberikan penghargaan KDI kepada Bupati Papua Puncak, Willem Wandik. Apalagi, Willem sampai bersedia jauh-jauh hadir dalam acara yang digelar di Kota Padang itu.

Menurut Akmal, posisi geografis yang jauh dan begitu sulit, daerah Papua Puncak sangat maju di bawah kepemimpinan Willem.

Willem Wandik yang mendapatkan penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2019 dengan kategori Ekonomi dan investasi mengatakan bahwa penghargaan dan apresiasi ini diberikan untuk seluruh masyarakat kabupaten puncak.

"Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kami untuk terus berkembang di bidang sektor ekonomi dan investasi, terutama dari kemendagri dan koran Sindo. Penghargaan ini kami berikan kepada masyarakat dan seluruh aparatur negara yang ada di Kabupaten Puncak yang turut beserta membangun kemajuan daerah kami," ucapnya.

Sebagai daerah yang terisolir, mendapatkan penghargaan tersebut bagi Willem berarti pemerintah pusat, provinsi dan daerah terus bersinergi untuk memberikan kemajuan dan pemerataan seluruh rakyatnya.

"Selama beberapa tahun ini perekonomian kami terus tumbuh, banyaknya saat ini penerbangan ke Puncak Papua, BBM satu harga, adanya grosir Ilaga, pembangunan yang mulai merata, semua ini dilakukan untuk menekan harga setinggi langit dan meningkatkan pertumbuhan di tempat kami. Semua ini tidak mudah bagi kami yang ada di daerah terpencil. Penghargaan ini akan menjadi motivasi dan semangat kami untuk terus membangun kabupaten puncak menjadi lebih baik dan maju, Wa Wa Wa (terima kasih)," ujarnya.

Di sela-sela acara Kepala Daerah Inovatif (KDI), Bupati Puncak, Provinsi Papua, Willem Wandik bertemu Wali Kota Malang Sutiaji. Keduanya terlihat akrab sehingga selalu berdampingan.

Kedua kepala daerah tersebut kemudian menyampaikan pesan damai dan persatuan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

"Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke. Seharusnya kita bersyukur. Kita luar biasa di bawah naungan Pancasila," kata Bupati Puncak Willem di Padang, Kamis malam.

Dalam kesempatan tersebut, Willem meminta penegak hukum bisa tegas menindak oknum yang mencoba meruntuhkan keutuhan Indonesia agar persoalannya tidak menyebar. Ia juga mengutip pernyataan proklamator bangsa, Ir. Soekarno

"Proklamator bangsa, Bung Karno berkata, perjuanganmu akan lebih berat melawan bangsamu sendiri dibandingkan bangsa lain. Artinya kita harus lebih berhati-hati dalam berkata, saling menghargai, saling menjaga agar tidak terjadi lagi peristiwa seperti kemarin, kita harus menghargai para pendiri bangsa ini. Kita harus bersyukur negara kita mempunyai kepulauan, ras, dan suku yang berbeda-berbeda, karena ini merupakan suatu keunikan yang hanya diciptakan Tuhan hanya untuk indonesia. Inilah pesan yang dititipkan kepada seluruh masyarakat, anak dan cucu kita, agar menjaga Indonesia tetap damai karena Indonesia itu Indah," jelasnya.

Willem juga meminta pemerintah secara tegas menangani radikalisme yang terjadi, karena gerakan radikal ini lebih berbahaya dan bisa menciptakan terorisme.

"Bupati, walikota, gubernur mempertahankan Indonesia tidak main-main dan penuh perjuangan. Jangan sampai ada gerakan radikalisme yang ingin menghancurkan Indonesia dengan isu-isu konflik agama, suku dan ras. Pemerintah harus segera tangkap aktor intelektual tersebut," ungkapnya.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan generasi muda Papua yang kuliah di Malang adalah yang terbaik. Dia berharap, semua bisa lulus dengan baik dan ikut membangun bangsa.

Ia optimistis persatuan Indonesia dalam suatu kebhinekaan sebagai keniscayaan sehingga semua saling mengisi dan menguatkan.

"Tidak ada Indonesia kalau tidak ada Papua, tidak ada Indonesia kalau tidak ada Malang. Bersama-sama kita menjadi Indonesia," kata dia.[jat]

Komentar

Embed Widget
x