Find and Follow Us

Selasa, 24 September 2019 | 04:05 WIB

BPJS Dibantu China,Luhut Sebut Hanya Sebatas Saran

Senin, 26 Agustus 2019 | 02:09 WIB
BPJS Dibantu China,Luhut Sebut Hanya Sebatas Saran
Menko Kearitiman Luhut B Pandjaitan - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menko Kearitiman Luhut B Pandjaitan menerangkan, belum ada kerja sama yang disepakati antara perusahaan asuransi asal China, Ping An Insurance dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Bentuk bantuannya masih sebatas saran untuk mengatasi defisit keuangan BPJS Kesehatan. "Dari perbincangan tersebut terungkap perusahaan asuransi berbasis daring ini menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan telah sukses membantu efisiensi bisnis mereka. Perusahaan publik ini memelopori sistem manajemen kesehatan berbasis teknologi di 282 kota di China," kata Luhut dalam siaran pers kepada media di Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Menurut pihak Ping An, layanan ini telah dimanfaatkan lebih dari 403 juta orang. Pada pembicaraan tersebut, pihak Ping An menyampaikan sejumlah saran yang bisa dilakukan BPJS untuk mengatasi defisit keuangan yang diperkirakan mencapai Rp28,4 triliun.

Penjelasan Luhut ini merupakan jawaban atas kekhawatiran beberapa pihak, sehubungan pertemuannya dengan salah satu pemimpin Ping An Insurance di salah satu acara saat kunjungannya ke China pada bulan lalu.

Menurut Luhut, saat itu dia menyarankan agar pihak Ping An bertemu langsung dengan BPJS Kesehatan untuk membicarakan segala hal yang bisa diterapkan, atau ditingkatkan untuk efisiensi. Atau bahkan memperkecil defisit BPJS Kesehatan yang jumlah pesertanya lebih dari 222 juta orang.

Luhut berharap, perusahaan ini bersedia berbagi pengalaman mereka yang telah sukses mengelola asuransi kesehatan bagi peserta yang jumlahnya lebih banyak dari peserta BPJS. "Saya memahami benar bahwa BPJS Kesehatan tidak masuk dalam lingkup bidang kerjan. Dari pertemuan tersebut, saya berharap Ping An bisa memberi masukan atau sumbang saran," paparnya.

Grup Ping An mengelola jasa keuangan pada tiga divisi yaitu asuransi, investasi dan perbankan dengan aset mencapai US$1,3 triliun. Divisi asuransinya, Ping An Insurance adalah perusahaan asuransi terbesar di China dengan kapitalisasi pasar sebesar US$230 miliar. Sebagai tindak lanjut, pekan ini Menko Luhut akan bertemu dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris.

Masih kata Luhut, menurut Fachmi yang mungkin bisa dilakukan untuk meningkatkan kolektabilitas adalah melalui tindakan hukum, yaitu kepatuhan membayar iuran menjadi syarat bagi masyarakat memperoleh layanan publik.

"Dengan melakukan sinkronisasi data misalnya jika ada orang yang ingin mendapat layanan publik seperti pembuatan SIM atau Paspor, akan dicek dulu apakah ia mempunyai tunggakan pembayaran BPJS. Jika masih ada tunggakan maka mereka akan diminta untuk melunasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan proses di layanan publik tersebut. Itu hanya salah satu contoh," katanya.

Dari pertemuan tersebut, Luhut berkesimpulan, iuran BPJS saat ini, masih terlalu rendah, Bagi peserta yang berpenghasilan lebih besar, seharusnya tidak sama dengan iuran masyarakat berpenghasilan Upah Minimum Regional (UMR). [tar]

Komentar

x