Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 23:29 WIB

KLHK Segera Lepas Liarkan 60 Satwa di Lindungi

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Senin, 26 Agustus 2019 | 15:22 WIB
KLHK Segera Lepas Liarkan 60 Satwa di Lindungi
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta, melakukan translokasi atau pemindahan 60 satwa liar dilindungi dari Tempat Transit Satwa (TTS) Tegal Alur ke sejumlah daerah kawasan konservasi untuk di lepas liarkan.

Kepala Balai KSDA DKI Jakarta Ahmad Munawir mengatakan, satwa-satwa yang akan ditranslokasikan dalam waktu dekat tersebut terdiri dari berbagai macam hewan yang dilindungi, seperti Elang Brontok, Kucing Hutan, Musang, Ular Sanca Batik, Buaya Muara, Jalak Kerbau, Biawak Air Tawar, Kukang Jawa, Lutung Jawa, Owa Jawa, Monyet Ekor Panjang, Elang Bondol, Elang Laut Perut Putih dan Elang Ular Bido.

"Semuanya akan kita lepas di sejumlah kawasan konservasi seperti Gunung Halimun, Taman Nasional Way Kambas, Taman Wisata Alam Angke Kapuk dan kita berikan juga kepada sejumlah yayasan dan setelah itu baru dilepas liarkan," kata Munawir di Tempat Transit Satwa (TTS) Tegal Alur, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Menurut Ahmad, satwa-satwa tersebut berasal dari hasil penyerahan sukarela masyarakat, temuan, dan sitaan dari kegiatan penegakan hukum kejahatan terhadap satwa.

"Sebagian besar diperoleh dari hasil serahan masyarakat, saat ini masyarakat sudah semakin menyadari tentang hewan-hewan yang dilindungi tidak boleh dimiliki walaupun memiliki izin," ucapnya.

Hingga akhir Juli 2019, tercatat 267 ekor satwa yang dirawat di TTS Tegal Alur, terdiri dari 44 mamalia, 117 reptil, dan 106 aves. Sementara itu, daya tampung idealnya yaitu 159 ekor satwa, sehingga perlu dilakukan pemindahan.

TTS Tegal Alur yang berada di bawah pengelolaan BKSDA DKI Jakarta merupakan tempat perawatan sementara satwa liar dilindungi, sebelum adanya penetapan penyaluran satwa (animal disposal) dari Dirjen KSDAE.[jat]

Komentar

x