Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 23:17 WIB

KLHK Pindahkan Sembilan Satwa Dilindungi

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 27 Agustus 2019 | 15:39 WIB
KLHK Pindahkan Sembilan Satwa Dilindungi
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 60 ekor satwa liar kembali dipindahkan dari Tempat Transit Satwa (TTS) Tegal Alur ke sejumlah kawasan konservasi dan pusat rehabilitasi satwa. Dari jumlah itu ada satwa yang dilindugi oleh Undang-undang.

Pemindahan dilakukan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) KLHK melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta.

Dari 60 ekor itu, terdiri dari 14 jenis satwa. Ada sembilan jenis satwa yang dilindungi oleh undang-undang dan lima jenis satwa yang tidak dilindungi undang-undang.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta, Ahmad Munawir menjelaskan, ada enam lokasi yang menjadi tujuan beserta jenis satwa yang akan ditranslokasi, yaitu:

1. Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak: empat ekor Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus), tiga ekor Kucing Hutan (Felis bengalensis), satu ekor Musang (Paradoxurus hermaphroditus), tujuh ekor Ular Sanca Batik (Python reticulatus).

2. Balai Taman Nasional Way Kambas: 22 ekor Buaya Muara (Crocodylus porosus)

3. Taman Wisata Alam Angke Kapuk: dua ekor Jalak Kerbau (Acridotheres javanicus), biawak air tawar

4. Yayasan Internasional Animal Rescue Indonesia: enam ekor Kukang Jawa (Nyctecebus javanicus)

5. The Aspinal Foundation: satu ekor Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), 2 ekor Owa Jawa (Hylobates moloch)

6. Jakarta Animal Aid Network: dua ekor Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), tiga ekor Elang Bondol (Haliastur indus), satu ekor Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus leucogaster), lima ekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela)

"Dalam dua minggu kedepan, satwa-satwa tersebut akan diangkut melalui jalur darat dan udara ke lokasi yang sudah ditentukan," kata Ahmad, dikutip Selasa (27/8/2019).

Menurut dia, untuk jalur udara, pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan Sriwijaya Air yang telah menunjukkan komitmen besar terhadap pelestarian lingkungan serta satwa dilindungi dengan membebaskan biaya translokasi satwa-satwa. "ini sebagai bentuk Corporate Social Responsibility," kata dia.

Hingga akhir Juli 2019 tercatat 267 ekor satwa yang dirawat di TTS Tegal Alur. Mereka berasal dari hasil penyerahan sukarela masyarakat, temuan, dan sitaan dari kegiatan penegakan hukum kejahatan terhadap satwa.

"Sepanjang tahun 2019, ada 67 kali penyerahan sukarela oleh masyarakat berupa 121 ekor satwa dari berbagai jenis. Harapan kami, hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat akan kelestarian satwa terus meningkat," ujar dia.

Ahmad menghimbau, agar masyarakat yang tidak memiliki izin untuk menyerahkan satwa dilindungi peliharaannya. "Memelihara satwa liar dilindungi itu, selain melanggar hukum juga bisa menularkan penyakit. Sifat liar hewannya juga masih bisa mengancam. Mari bersama lestarikan satwa endemik Indonesia agar tidak punah di alam," ujar dia.[jat]

Komentar

x