Find and Follow Us

Minggu, 26 Januari 2020 | 03:31 WIB

DAS Citarum Bebas dari Penambangan & Kebun Ilegal

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 28 Agustus 2019 | 17:01 WIB
DAS Citarum Bebas dari Penambangan & Kebun Ilegal
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Seluas 8.000 ha Cagar Alam Gunung Tilu, Kabupaten Bandung dan 13.748,63 hektar (ha) di Hutan Lindung RPH Pamoyanan, Kabupaten Garut di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, berhasil diselamatkan dari tambang dan kebun ilegal.

Penyelematan dilakukan setelah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat-Banten, menggelar operasi gabungan.

Di mana tim operasi gabungan menemukan delapan lubang galian aktif maupun yang sudah ditinggalkan penambang dan puluhan gubug pengolahan emas di sepanjang Sungai Cibaliung. Tim pun menutup lubang dan membongkar gubug pengolahan.

Direktur Jenderal Gakkum KLHK, Rasio Ridho Sani menyatakan, operasi bersama ini dilakukan dalam rangka mendukung Program Nasional Citarum Harum. Khususnya pemulihan ekosistem di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai Citarum. "Penertiban ini bagian dari menjalankan Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, yang dimandatkan melalui Peraturan Presiden No 15 Tahun 2018," kata Roy sapaan akrabnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Sementara Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Sustyo Iriyono menyatakan bahwa, Penertiban ini mengedepankan pendekatan persuasif. "Para penambang dan pekebun ilegal diminta membuat surat penyataan yang isinya tidak akan mengulangi lagi aktivitas ilegal," kata Sustyo.

Pengolahan tambang ilegal memanfaatkan aliran Sungai Cibaliung yang menjadi bagian dari DAS Citarum sebagai sumber tenaga penggerak dan pencuci. Kegiatan ilegal itu mencemari air Sungai Cibaliung yang menjadi sumber air untuk lahan pertanian dan rumah tangga di DAS Citarum.

Operasi Gabungan Pengamanan Hutan Simpatik ini melibatkan 130 orang dari Ditjen Gakkum, BBKSDA Jabar, Perum Perhutani, Polri, TNI, Satpol PP, staf kecamatan, desa setempat dan masyarakat. Operasi gabungan ini juga melibatkan PT. Perkebunan Teh Tatar Anyar Indonesia (Perkebunan Cukul), yang kawasannya berbatasan dengan Cagar Alam Gunung Tilu dan Hutan Lindunng RPH Pamoyanan.

Dan, PT Perkebunan Teh Tatar Anyar Indonesia bersedia menampung penambang dan pekebun ilegal menjadi tenaga kerja di perkebunan. Perum Perhutani membantu para penambang ilegal melalui program perhutanan sosial dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.

Keterlibatan dua perusahaan itu disampaikan dalam rapat sosialisasi Operasi Gabungan Pengamanan Hutan Simpatik untuk menertibkan penambangan dan perkebunan ilegal tanpa izin, 21 Agustus 2019, di Desa Sukamulya, Kecamatan Talengong, Kabupaten Garut.[ipe]



Komentar

x