Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 09:30 WIB

Gaduh RUPSLB BUMN, Rini Dibela Anak Buahnya

Jumat, 30 Agustus 2019 | 11:15 WIB
Gaduh RUPSLB BUMN, Rini Dibela Anak Buahnya
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Deputi Kementerian BUMN bidang Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi, dan Jasa Lainnya, Gatot Trihargo mengklaim bahwa RUPSLB terhadap 5 BUMN sudah direstui Presiden Joko Widodo.

"Pak presiden (Jokowi), sampai Oktober dan 5 tahun ke depan, masih presiden. Dan untuk (keputusan) semua perusahaan BUMN besar pasti dikomunikasikan dengan bapak Presiden. Pasti tahu beliau, bukan hal yang baru, kecuali presiden berbeda. Yang pasti, ibu Menteri BUMN berkomunikasi dengan perubahan yang ada," papar Gatot di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Gatot menampik apabila Kementerian BUMN disebut tidak mentaati intruksi Presiden untuk tidak melakukan keputusan strategis hingga Oktober 2019 pada saat Jokowi kembali dilantik sebagai Presiden.

Seperti diketahui, pada 28 Agustus 2019 2 September 2019, lima BUMN akan menggelar RUPSLB untuk merombak pengurus perseroan. Kelima BUMN itu terdiri atas 4 BUMN perbankan (Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN) dan 1 BUMN migas, yakni PGN. Melalui keputusan BUMN tersebutlah posisi Direktur Utama BTN digeser dari Maryono menjadi Suprajarto. Belakangan, Suprajarto menolak untuk menempati pos anyar sebagai BTN-1.

Hari ini, Kementerian BUMN mengagendakan RUPSLB untuk dua BUMN yakni PT PGN (persero) Tbk dan PT BNI (Persero) Tbk. Di mana, salah satu agendanya adalah perombakan pengurus BUMN.

Sebelumnya, rencana ini mendapat banyak kritikan mengingat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada jajarannya untuk tidak mengambil kebijakan strategis sebelum pelantikan Presiden-Wakil Presiden pada Oktober 2019. [ipe]

Komentar

x