Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 23:29 WIB

Suprajarto Mundur, Oni Jalankan Tugas Dirut BTN

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 04:09 WIB
Suprajarto Mundur, Oni Jalankan Tugas Dirut BTN
(Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menindaklanjuti hasil RUPS-LB PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada Kamis (29/8), jajaran direksi anyar menunjuk direktur yang menjalankan tugas Direktur Utama. Menggantikan Suprajarto yang mundur.

Sesuai Anggaran Dasar nomor 66 tanggal 23 Maret 2018 pasal 12 ayat 18, rapat direksi memutuskan Oni Febriarto Rahardjo yang saat ini menjabat Direktur Commercial Banking untuk menjalankan tugas Direktur Utama.

Corporate Secretary Bank BTN, Achmad Chaerul dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (30/8/2019), mengatakan, manajemen Bank BTN menghormati keputusan mengenai perubahan pengurus perseroan. Hal itu, merupakan kewenangan penuh dari pemegang saham.

Chaerul optimistis dengan formasi direksi saat ini, dan peran Oni sebagai Direktur Commerical Banking untuk menjalankan tugas Direktur Utama, bisnis Bank BTN tetap berjalan dengan baik.

Sekedar mengingatkan saja, RUPSLB Bank BTN memutuskan Suprajarto sebagai Dirut BTN. Namun, Dirut BRI ini menolak keputusan tersebut. Alasannya, Suprajarto tak pernah diajak bicara terkait keputusan tersebut.

Selanjutnya, rapat direksi Bank BTN menunjuk Oni yang berkarir di Bank BTN sejak 1997. Pada 24 Mei 2015, Oni dipercaya sebagai Direktur Commercial Banking.

Ketika Oni menjabat Dirut Bank BTN, Direktur Collection & Asset Management dijabat Elisabeth Novie. "Ibu Novie sudah lama menjadi bagian dari keluarga besar Bank BTN, beliau kompeten di bidangnya karena telah lebih dari 26 tahun bersama BTN dan sebelumnya pernah menjabat Kepala Divisi Asset Management," kata Chaerul.

"Kami yakin dengan posisi yang baru ini akan lebih fokus dalam berkontribusi pada perbaikan kualitas kredit dan akan mendorong kinerja Bank BTN lebih baik ke depannya," papar Chaerul.

Sebagai perusahaan terbuka, Bank BTN taat azas dan sesuai dengan GCG akan menjalankan keputusan RUPSLB tersebut. Bisnis BTN tetap akan berjalan normal sesuai Rencana Bisnis Bank dengan dukungan seluruh pegawai BTN untuk menjalankannya.

Berdasarkan kinerja BTN Semester I 2019 tercatat Asset tumbuh 16,58% menjadi Rp312,5 triliun, Kredit dan Pembiayaan tumbuh 18,78% menjadi Rp251,0 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp219,8 triliun atau tumbuh 15,89%.

Semester I-2019, bisnis perseroan tumbuh pesat. Di mana, pendapatan bunga tumbuh 19,81% (year on year/yoy) dari Rp10,7 triliun menjadi Rp12,8 triliun. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, perseroan berhasil mencetak laba bersih Rp1,31 triliun. Kinerja Bank BTN secara umum berada di atas rata-rata industri. Dan, Bank BTN masih mendominasi 39,6% pangsa pasar pembiayaan perumahan nasional, dan 92,4 % pangsa pasar pembiayaan perumahan subsidi di Indonesia.

"Bank BTN masih berperan signifikan terhadap akses pembiayaan perumahan, khususnya dalam mendukung Program Sejuta Rumah. Ini adalah misi besar pemerintah yang dititipkan kepada Bank BTN," tutup Chaerul. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x