Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 23:18 WIB

Jelang Munas XVI, Pendiri Hipmi Mengaku Belum Puas

Senin, 2 September 2019 | 19:08 WIB
Jelang Munas XVI, Pendiri Hipmi Mengaku Belum Puas
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menggelar tes uji kelayakan dan kepatutan para calon ketua umum periode 2019-2022 di Jakarta, Sabtu (31/08/2019).

Kegiatan tersebut merupakan bagian utama dari rangkaian Road to Musyawarah Nasional (Munas) Hipmi XVI yang harus diikuti enam caketum, selain debat terbuka dan kuliah umum.

Para mantan Ketum BPP Hipmi hadir sebagai panelis dalam fit and propert test tersebut. Diantaranya adalah Abdul Latief (Pendiri dan Ketua Umum Hipmi 19721973), Hariyadi Sukamdani (Ketua Umum Hipmi 19982001), Harry Warganegara (Sekjen Hipmi 2011-2014) dan Ridwan Mustofa (Sekjen Hipmi 2008-2011).

Adapun enam caketum yang diuji adalah Bagas Adhadirgha (Ketua bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP Hipmi), Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi), dan Mardani H Maming (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi dan mantan Bupati Tanah Bumbu).

Pendiri sekaligus Ketum HIPMI 19721973, Abdul Latief mengatakan, "Melalui kegiatan Uji Kelayakan dan Kepatutan ini, sedikit demi sedikit kami sudah dapat menyeleksi siapa kira-kira yang akan menjadi calon pemimpin HIPMI."

"Saya melihat semua kandidat ini umumnya baik, namun tentunya setiap calon punya kelebihan masing-masing dalam bidangnya. Sekarang kita tunggu saja bagaimana penampilan mereka nanti di acara buka forum para pemilih dari daerah di Munas mendatang," imbuh Latief.

Latief mengaku belum puas dengan Hipmi, lantaran kadernya belum terlalu mendalami filosofi dan cita-cita organisasi. "Masih banyak yang belum memahami bahwa Hipmi adalah organisasi kader. Saya berharap pengurus yang akan datang lebih memperhatikan program kaderisasi dan mengadakan pelatihan-pelatihan secara intensif," paparnya.

Kata Latief, Hipmi adalah organisasi pendidikan. Sehingga program berbentuk pelatihan kerja seharusnya lebih digenjot lagi. Idealnya, Hipmi menjali kerja sama dengan banyak pihak, termasuk Lemhanas atau perguruan tinggi.

Sejak berdiri pada 1975, Hipmi banyak melahirkan pemimpin-pemimpin berpengaruh di sektor bisnis dan pemerintahan. Semisal Sandiaga Uno, Erwin Aksa, Muhammad Lutfi, Hariadi Sukamdani, Sharif Cicip Sutardjo, Aburizal Bakrie, Abdul Latief dan Bahlil Lahadalia.

Berdasarkan agenda, Munas HIPMI XVI diselengarakan di Jakarta pada 1518 September 2019. Kalau tak ada aral, Presiden Jokowi akan membukanya. Dan dihadiri sedikitnya 2 ribu pengusaha muda dari seluruh Indonesia. [tar]

Komentar

Embed Widget
x