Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 23:19 WIB

Gaduh Premi BPJS Kesehatan Sudah Diprediksi Rizal

Selasa, 3 September 2019 | 13:50 WIB
Gaduh Premi BPJS Kesehatan Sudah Diprediksi Rizal
Rizal Ramli - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan hingga 100% yang cukup menyedot duit rakyat, ekonom senior Rizal Ramli sudah pernah mengingatkan.

Indikasi persoalan BPJS Kesehatan terlihat dalam modal awal pembentukan pada 2013. Berawal pada 2011, Rizal bersama sejumlah elemen serikat pekerja, mendesak pemerintah membentuk lembaga penjamin kesehatan masyarakat. Namun kala itu, para pejabat menolak rencana pembentukan BPJS dengan alasan tak ada anggaran.

"Setelah demo di DPR dan Istana waktu SBY presiden. Itu tahun 2013 (Dibentuk BPJS), tetapi pembiayaan awalnya atau modalnya itu dibikin pas-pasan sehingga tidak aneh pasti suatu waktu akan mengalami kesulitan finansial," kata Rizal Ramli dalam sebuah acara talkshow dengan stasiun TV swasta nasional, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Soal lain yang mengindikasikan ketidakberesan BPJS adalah soal skema pembiayaan. Sejak awal, pembiayaan BPJS dilakukan denga skema iuran dari rakyat, pekerja, dan perusahaan. "Pada saat itulah pengusaha pada lobi-lobi supaya iuran perusahaannya kecil. Sudah iuran peserta kecil, ditambah iuran pengusaha kecil, tidak aneh bakal kesulitan keuangan," tegasnya.

Belakangan, analisa Bang RR, sapaan akrab Rizal Ramli, benar-benar terjadi. Satu tahun berjalan, banyak dokter, rumah sakit, hingga obat-obatan farmasi yang belum dibayar. "Masalahnya ini setahun lebih enggak diurus, makin lama masalahnya makin besar. Tiba-tiba ada yang sok jagoan, panggil saja Tingkok. Emang bangsa Indonesia engga bisa beresin masalah dia sendiri?" tandasnya. [tar]

Komentar

Embed Widget
x