Find and Follow Us

Selasa, 24 September 2019 | 04:09 WIB

Gerak Cepat KCN Atasi Keluhan Warga Soal Debu

Oleh : Indra Hendriana | Senin, 9 September 2019 | 01:30 WIB
Gerak Cepat KCN Atasi Keluhan Warga Soal Debu
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Keluhan masyakarakat sekitar Pelabuhan Marunda mengenai debu batubara, langsung ditanggapi pihak manajemen PT Karya Citra Nusantara (KCN).

Manajemen perusahaan patungan dari PT Karya Tehnik Utama (KTU) dengan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) tersebut, sudah membentuk tim khusus untuk menganalisis keluhan tersebut. Dalam upaya mencari akar permasalahan serta merekomendasikan solusinya.

Saat ini, tim dari KCN tengah berdiskusi dengan pakar lingkungan dari universitas ternama yang dalam waktu dekat akan ada rencana aksinya.

Direktur Utama (Dirut) KCN, Widodo Setiadi mengatakan, manajemen bekerja cepat dengan menyiapkan sejumlah langkah, guna mengatasi penyebaran debu. Salah satunya dengan membuat jaring basah yang mengelilingi area bongkar-muat. Jaring itu akan dialiri air untuk menangkap partikel debu yang terbang.

"Selain itu, kami juga menyiapkan sejumlah rencana untuk mengatasi masalah itu seperti bekerja sama dengan IPB (Institut Pertanian Bogor) untuk membentuk mini forest di sekitar pelabuhan yang berfungsi menjaring debu-debu tersebut," kata Widodo dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (8/9/2019).

Informasi saja, pada 2013, KCN telah melakukan penanaman pohon bakau tahap I, sebanyak 10.000 pohon. Tahun berikutnya dilakukan penanaman pohon bakau tahap II dengan jumlah pohon sama.

Saat penanaman pohon Bakau tersebut, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Camat Cilincing, Lurah Marunda dan Aktivis Masyarakat Peduli Lingkungan, ikut hadir untuk meresmikan. Pada 2015, KCN membuat mini forest di area kantor yang berada di dalam wilayah pelabuhan juga.

Selain melakukan penghijauan, KCN juga sangat memperhatikan kebersihan di pelabuhan terutama di area dermaga. Secara rutin, KCN melakukan penyemprotan dan pembersihan dermaga setiap 2 minggu sekali agar debu yang dapat mengganggu lingkungan hilang. Tak hanya itu, kebersihan parit pembuangan juga terus diperhatikan sehingga tidak akan terjadi penyumbatan yang dapat mengakibatkan banjir.

"Berbagai upaya menjaga lingkungan Marunda telah dan akan terus kami lakukan dalam rangka mewujudkan pelabuhan yang hijau dan ramah lingkungan. Setelah kami lepas dari permasalahan hukum yang sedang dihadapi, kami akan lebih fokus membangun Pelabuhan Marunda dan dampak ekonominya akan jauh lebih besar," papar Widodo. [ipe]


Komentar

x