Find and Follow Us

Selasa, 24 September 2019 | 03:47 WIB

3 Calon Bos Anyar Hipmi Adu Otak di Debat Terakhir

Selasa, 10 September 2019 | 01:09 WIB
3 Calon Bos Anyar Hipmi Adu Otak di Debat Terakhir
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kegiatan Road to Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) XVI untuk memilih Ketua Umum Hipmi periode 20192022, memasuki fase akhir.

Hal tersebut ditandai dengan dipertemukannya kembali tiga calon ketua umum (caketum) dalam debat final yang dilaksanakan di sebuah stasiun televisi nasional. Jakarta, Minggu (08/09/2019).

Ketiga caketum tersebut adalah Bagas Adhadirgha (Ketua bidang Luar Negeri dan Pariwisata BPP Hipmi), Ajib Hamdani (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi), dan Mardani H Maming (Wakil Bendahara Umum BPP Hipmi dan mantan Bupati Tanah Bumbu).

Ada tiga panelis dalam acara tersebut yakni Abdul Latief, Mantan Ketua Hipmi (19721973) yang juga pendiri Hipmi; Ahmad Erani Yustika, ekonom; dan Aviliani, Ekonom dari Indef.

Saat membuka acara debat, Bahlil Lahadalia, Ketum Hipmi, mengatakan bahwa Hipmi lahir dengan cita-cita mulia mensejaterahkan kemerdekaan, mensejaterahkan rakyat dan menjadi pemain ekonomi indonesia serta sekaligus menjadi tuan di negeri sendiri.

Dalam kesempatan ini, Aviliani menanyakan peran UKM yang juga menjadi bangian dari Hipmi dalam menghadapi perekonomian global. Selanjutnya Bagas memaparkan, Hipmi menjadi organisasi servis dan mengadakan banyak pelatihan-pelatihan terutama di bidang teknologi informasi.

"Hipmi mendukung para pengusaha muda UKM dengan cara menjadikan Hipmi sebagai pusat inkubator sehingga UKM-UKM tersebut dapat terverifikasi baik dalam dan luar negeri," paparnya.

Sementara caketum nomor 2, Ajib mengatakan, solusi tercepat menghadapi situasi ini adalah dengan investasi. Untuk itu pemerintah harus memiliki komitmen jelas terutama masalah regulasi. Apabila jelas, maka perdagangan akan baik. Selain itu program edukasi juga akan tetap dijalankan.

Sementara caketum nomor urut 3, Mardani bilang, saat ini, Indonesia boleh bangga bahwa banyak start-up terkenal berasal dari Indonesia walaupun kini tidak 100% persen dikuasai anak bangsa.

Hal tersebut akan menjadi perhatian HIPMI dengan mendorong negara untuk mengambil alih, dengan cara mewajibkan start-up tersebut membuka perbankannya di Indonesia.

Suka atau tidak, perusahaan di Indonesia sangat jarang mengadakan pelatihan untuk karyawannya. Berbeda dengan negeri jiran, seperti Malaysia (1:11) dan Vietnam (1:19). Jumlah tenaga kerja terampil di Indonesia masih sangat sedikit yaitu 1 berbanding 763 (1:763). Artinya, setiap 763 pekerja terampil di Indonesia hanya ada 1 orang asing.

Sementara Abdul Latief menanyakan kesan dan pesan para caketum terhadap masyarakat bisnis di Indonesia, baik Hipmi maupun non Hipmi.

Bagas menjawab, tantangan ke depan bagi masyarakat Indonesia adalah bagaimana cara memanfaatkan Sumber Daya Alam dan Manusia secara optimal. "Jawabannya ada di pelatihan, memperbanyak kemampuan serta meningkatkan entry di generasi muda, oleh karena di masa depan pekerjaan yang sifatnya rutin akan hilang dan berganti dengan ekonomi kreatif," paparnya.

Sedangkan Ajib berjanji apabila terpilih menjadi nahkoda baru Hipmi, bakal mendesain lembaga ini menjadi lebih memiliki nilai tambah dan peran sentral di berbagai sektor yang kini masih banyak dikuasai pihak asing. "Misalnya di sektor pertanian, masih banyak petani yang hingga kini belum mengenal perbankan, dan di sini Hipmi dapat ikut berperan," ungkapnya.

Sementara Mardani berkeyakinan bahwa mental adalah faktor utama yang harus dirubah dari bangsa ini karena kita telah memiliki peradaban yang sangat luhur. Perubahan ada di orang muda dan orang muda ada di Hipmi.

Acara debat pamungkas ditutup sambutan Erwin Aksa, mantan Ketua Umum Hipmi 20082011. "Di setiap zaman pasti selalu ada hasil yang baik di setiap kepengurusan, karena Hipmi memiliki kader yang luar biasa dengan talenta yang dimiliki, kemampuan untuk membawa anak muda menjadi pelaku usaha yang ikut membangun ekonomi bangsa kita," ungkapnya.

Puncak Munas HIPMI XVI berlangsung di Jakarta pada 16-18 September ini. Rencananya dibuka Presiden Joko Widodo dan dihadiri lebih dari 2.000 pengusaha muda Se-Indonesia. Soal siapakah yang bakal menang? Kita tunggu hasil munasnya. [tar]

Komentar

x