Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 01:01 WIB

PTPP Garap Proyek PLTU di NTT dan Sulut

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 10 September 2019 | 20:30 WIB
PTPP Garap Proyek PLTU di NTT dan Sulut
(Foto: PTPP/PLTU/dok)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PTPP (Persero) melakukan penandatanganan kontrak pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Utara (Sulut).

Adapun masing-masing pembangkit tersebut berkapasitas 2x50 MW berlokasi di Desa Panaf, Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur. Pembangkit ini akan mengisi luasan sebesar 30 hektar.

Sementraa pembangkit lainnya berada di Desa Bolaang Mangitang Timur, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, mengisi luasan sebesar 32 hektar milik PT PLN (Persero).

Acara penandatanganan kontrak dihadiri Direktur Utama PTPP, Lukman Hidayat beserta seluruh partner yang bertanggungjawab dalam penyelesaian proyek di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (09/09/2019).

Lukman mengatakan, dalam kontrak tersebut, PTPP berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggungjawab dalam penyelesaian proyek, dengan bekerjasama bersama beberapa partner. "Perseroan optimis dapat menyelesaikan proyek tersebut untuk unit pertama selama 36 bulan dan unit kedua selama 39 bulan," kata Lukman dalam keterangan resmi, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Dengan target tersebut, PTPP optimis kedua PLTU tersebut dapat beroperasi pada 2022. Proyek pembangunan PLTU Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara ini, akan menelan investasi dengan potensi nilai total investasi mencapai lebih dari Rp8 triliun. Di mana, nilai kontraknya mencapai Rp2,1 triliun. Dengan pembangunan PLTU NTT dan Sulut ini, diperkirakan akan melistriki beberapa desa dan kecamatan untuk di NTT, Sulut, dan sekitarnya. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x