Find and Follow Us

Selasa, 24 September 2019 | 04:09 WIB

Bos KEIN Ingatkan Rakyat Hati-hati Industri 4.0

Rabu, 11 September 2019 | 04:09 WIB
Bos KEIN Ingatkan Rakyat Hati-hati Industri 4.0
Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Sutrisno Bachir - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya - Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Sutrisno Bachir mendorong keberpihakan pemerintah kepada masyarakat di era industri 4.0. Perdagangan antar-negara dapat dilakukan dengan berbagai marketplace.

Mas Tris, sapaan akrab Sutrisno Bachir dalam Seminar dan Workshop bertajuk Peningkatan Daya Saing melalui Internet of Things dan Implementasi Industri 4.0 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/9/2019), mengatakan, keberpihakan pemerintah bisa dilakukan dengan memberi rangsangan kepada produk dalam negeri.

"Era digital memang menjadi keniscayaan. Tapi hal ini jangan kemudian membuat anak bangsa menjadi silau dan ingin membuat marketplace baru semua seperti bukalapak atau tokopedia, di mana barang yang dijual justru barang dari luar negeri, seperti China," kata Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Ia minta agar kaum milienial tidak semua ingin menjadi pebisnis perusahaan rintisan seperti bukalapak, namun harus ada yang memikirkan produk dalam negeri sebagai industrinya. "Masyarakat Indonesia harus jeli dan berhati-hati dalam menyikapi era industri 4.0. Jika tidak, maka besarnya potensi sumber daya alam Indonesia tidak akan memiliki nilai bagi kemajuan ekonomi Indonesia," tuturnya.

Menurut Sutrisno, kunci dalam memacu ekonomi nasional yaitu tidak mudah melakukan impor dan tidak mengekspor bahan mentah, serta mendorong produk dalam negeri. "Generasi milenial harus memiliki semangat nasionalisme gaya baru, yaitu dengan memilih dan mengedepankan produk dalam negeri agar ekonomi Indonesia menjadi semakin kokoh," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti, dalam acara yang sama mengatakan persaingan pasar produk hasil olahan industri manufaktur kini semakin ketat, dan memaksa industri nasional meningkatkan daya saingnya. "Upaya peningkatan daya saing industri manufaktur nasional telah dilakukan pemerintah, namun tetap perlu untuk ditingkatkan, khususnya daya saingnya perlu terus didorong," katanya.

Salah satu upaya terkini yang semestinya diperlukan serta sejalan perkembangan teknologi IoT (Internet of Things) adalah implementasi Industri 4.0. "Kami yakin, bilamana Industri manufaktur kita telah mengimplementasikan Industri 4.0 secara optimal, akan meningkatkan daya saing produk-produk industri olahan," katanya. [tar]

Komentar

x