Find and Follow Us

Selasa, 24 September 2019 | 04:00 WIB

Kata Rizal, Petani Era Soeharto Paling Sejahtera

Rabu, 11 September 2019 | 19:08 WIB
Kata Rizal, Petani Era Soeharto Paling Sejahtera
Ekonom senior, Rizal Ramli - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior, Rizal Ramli bilang, sejak Indonesia merdeka, hanya satu presiden yang berhasil mensejahterakan petani, yakni Soeharto. Berarti era Joko Widodo, petani jauh dari sejahtera dong?

Saat era Soeharto, kata dia, pemerintah mampu memberikan bantuan pangan pada penduduk di negara-negara lain yang mengalami kelaparan.

"Kalau kita ngomong kesejahteraan, petani dan pertanian sangat penting. Mohon maaf, sampai detik ini, presiden yang benar-benar senang dengan pertanian baru Pak Harto. Setelah itu nyaris tidak ada, cuma pidatonya aja," kata Rizal di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Kejadian ini terjadi sewaktu Indonesia mencapai swasembada pangan pada medio 1984. Mengutip buku otobiografi 'Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya', Soeharto mengungkapkan bahwa petani Indonesia memberikan bantuan secara gotong-royong dan sukarela sebesar 100.000 ton gabah untuk petani miskin dunia.

Dalam buku itu, Pak Harto mengatakan, para petani Indonesia memintanya menyerahkan gabah itu ke Food and Agricultural Organization (FAO). Lalu, diteruskan ke keluarga miskin di berbagai kawasan, khususnya di benua Afrika.

"Ini merupakan kejadian untuk pertama kalinya, dunia menyaksikan bantuan antar-petani," ujar Soeharto dalam sambutannya di perayaan ulang tahun ke-40 FAO di Roma pada 14 November 1985.

Masih kata Rizal yang mantan Kepala Bulog era mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu, ada perbedaan mencolok antara zaman dulu dan sekarang.

Zaman dulu, tepatnya pada zaman kepemimpinan mantan Presiden RI Soeharto, Indonesia berjaya dalam produksi beras. Bahkan bisa mengekspor beras ke Vietnam yang saat itu tengah kesulitan beras. Indonesia juga membantu negara Afrika yang tengah dilanda kesulitan pangan.

Ketahanan pangan zaman Soeharto bisa diulangi saat ini, asalkan Presiden Joko Widodo menjaga stabilitas harga dengan meminta Bulog berperan aktif melalui stok yang ada dan membatalkan impor beras.

Di sisi lain, Menteri Pertanian juga membuat perencanaan lahan sawah baru di tiga kawasan yang memiliki karakteristik serupa. Yaitu Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Papua. "Kawasan itu mirip dengan delta Sungai Mekong di Vietnam yang sangat subur," ungkapnya.

Dengan lahan sawah baru sekitar 1 - 2 juta hektarE, ia optimistis Indonesia tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri namun juga bisa melakukan ekspor ke negara lain. [tar]

Komentar

x