Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 09:16 WIB

Petani Bengkalis Binaan Pertamina Makin Sejahtera

Oleh : Indra Hendriana | Jumat, 13 September 2019 | 12:30 WIB
Petani Bengkalis Binaan Pertamina Makin Sejahtera
facebook twitter

INILAHCOM, Bengkalis - Keberhasilan warga Kampung Jawa, Kelurahan Sungai Pakning, Kecamatan Bukit Batu, Bengkalis, Provinsi Riau, mengembangkan budidaya nanas serta wisata arboretum, menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar.

Sebab, kegiatan itu sebagai bentuk upaya mitigasi terjadinya kebakaran lahan gambut yang terjadi di wilayah itu beberapa tahun lalu. Selain itu, warga yang tergabung kelompok Tunas Makmur ini juga mengembangkan usaha beragam olahan makanan berbahan dasar nanas. Mulai dari keripik, kerupuk tepung nanas, dodol, sirup hingga manisan nanas.

Ide pengolahan makanan berbahan dasar nanas ini bermula ketika melimpahnya jumlah buah nanas pasca panen beberapa waktu lalu. Sehingga mereka mencari jalan keluar supaya nanas bisa diolah dan menghasilkan nilai ekonomi.

"Sudah banyak nanasnya, harga murah, nanas tak laku, yang diambil (nanas) grade a dan grade b, yang grade c nya gak diambil," kata Rosdiana, salah seorang anggota kelompok Tunas Makmur saat berada ditempat pengolahan nanas, Kamis (12/9/2019).

"Mau dikemanain sisanya, munculah ide bikin kripik, kayak mana bikin kripik, kerupuk tepung nanas, dodol, sirup dan manisan," kata dia.

Usaha yang dulunya dianggap sebelah mata ini pun menuai sukses. Tak hanya bermanfaat bagi kelestarian lingkungan khususnya lahan gambut, usaha olahan nanas ini pun berhasil mendongkrak perekonomian warga sekitar untuk menjadi jauh lebih baik lagi.

Rosdiana mengaku, ia bersama warga lainnya sangat terbantu dari sisi ekonomi pasca mengembangkan usaha budidaya dan makanan olahan nanas. "Kalau untuk perekonomian meningkat Setelah disini alhamdulillah ada untuk keperluan anak sekolah," ujar dia.

Lebih lanjut Rosdianan juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pertamina yang telah mendukung warga Kampung Jawa dalam mengembangkan budidaya dan makanan olahan nanas. Kami ucapkan sangat-sangat terima kasih sekali dengan adanya Pertamina. Mungkin kalau tak ada bantuan Pertamina kami tak akan seperti ini," ungkapnya.

Tidak hanya sekedar makanan olahan, kini warga juga tengah mengembangkan usaha kerajinan tas yang berasal dari kulit nanas. Usaha kerajinan tas dari kulit nanas sendiri dimulai sejak awal tahun 2019, dimana gagasan itu muncul lantaran keprihatinan masyarakat sekitar karena banyaknya kulit nanas yang terbuang pasca panen.

"Awalnya kami melihat daun nanas banyak yang dibuang. Makanya kita pikir mau diapakan daun nanas supaya tidak jadi limbah. Kita bikin tas Alhamdulillah jadi tasnya," kata Ariati.

Ditambahkan Ariati, tas dari kulit nanas ini memiliki banyak keunggulan. Antara lain memiliki kualitas yang baik serta dijual dengan harga yang terbilang aman bagi kantong masyarakat Tanah Air. Adapun kelompok tani ini adalah binaan dari PT Pertamina (Persero). "Harga yang (tas) kecil Rp 5.000. Kalau yang besar Rp 40.000. Saat ini pemesanan sudah banyak," ucapnya.

Masih menurut Ariati, pasca di produksi, tas berbahan dasar kulit nanas ini pun mendapatkan respon positif dari masyarakat sekitar. Bahkan pemesanan akan produk ini pun kian bertambah dari hari ke hari. "Kami dari kelompok tunas makmur mengucapkan banyak terima kasih kepada Pertamina. Berkat bantuan Pertamina, masyarakat Kampung Jawa bisa menambah perekoniandari sebelumnya." [tar]

Komentar

Embed Widget
x