Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 09:20 WIB

Setelah PHK Massal Bukalapak, Merger Selanjutnya?

Sabtu, 14 September 2019 | 20:40 WIB
Setelah PHK Massal Bukalapak, Merger Selanjutnya?
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara menanggapi keputusan Bukalapak melakukan PHK massal terhadap karyawannya.

Bhima mengatakan, modal ventura atau investor yang menyuntik dana ke e-commerce tersebut, memiliki keterbatasan. Apalagi, sejumlah negara asal investor yakni AS, Eropa, Jepang, China sekarang ini sedang mewaspadai resesi ekonomi global. "Ada kekhawatiran, pada ujungnya kalau investornya sudah tidak kuat menyuntik modal, maka dia akan merger atau akan dijual ke perusahaan e-commerce yang lebih besar," ungkap Bhima, Jumat (13/9/2019).

Hal tersebut pernah terjadi di bidang transportasi online, dimana dari yang tadinya ada 10 perusahaan, kini tersisa dua perusahaan saja. "Jangan sampai nanti kasusnya seperti Uber di Indonesia, akhirnya harus merger dengan perusahaan online lain yang lebih besar," katanya.

Ujung-ujungnya, lanjut Bima, the winner takes all. Jadi, yang bisa bertahan adalah pemilik modal terkuat. "Nanti ujungnya e-commerce ini diperkirakan akan hanya 1, 2 pemain besar yang bisa bertahan, yang lain akan diakusisi atau merger," tuturnya.

Di sisi lain, secara makro, Bhima melihat seluruh pemain ritel, baik online maupun konvensional terkena dampak dari pelemahan konsumsi akibat penurunan daya beli, khususnya di kelas menengah. [ipe]

Komentar

x