Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 09:16 WIB

Gandeng HK, Pertamina Bikin Pipa Offshore Terbesar

Rabu, 18 September 2019 | 14:56 WIB
Gandeng HK, Pertamina Bikin Pipa Offshore Terbesar
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktorat Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina (Persero), meneken kontrak Engineering, Procurement and Construction (EPC) Lawe-Lawe Facilities untuk Refinery Development Master Plan (RDMP), RU V Balikpapan.

Acaranya berlangsung di Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (16/9/2019). Penandatanganan kontrak senilai US$262 juta ini, dilakukan Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Tallulembang dengan Presiden Direktur PT Hutama Karya Bintang Perbowo dan Chen Qingxun Executive Vice President, CPP (China Petroleum Pipeline Engineering Co.Ltd).

Dalam rilis kepada media di Jakarta, Rabu (18/9/2019), Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, Ignatius Tallulembang, menyampaikan, kerja sama ini meliputi pembangunan Submarine-Pipe Line sebesar 52 inch. Ini merupakan proyek pipa terbesar yang akan dibangun oleh Pertamina.

Rinciannya, pipa di offshore berdiameter 52 inch sepanjang 13,8 km dan berdiameter 20 inch sepanjang 4,5 km. Selain itu, akan dibangun juga pipa onshore berdiameter 52 inch sepanjang 6,5 km dan diameter 20 inch sepanjang 14,4 km.

Menurut Tallulembang, kontrak kerjasama ini juga mencakup pembangunan 1 unit Single Point Mooring kapasitas 350.000 DWT dan pembangunan 2 unit tanki berkapasitas 1 juta barel guna meningkatkan kapasitas crude intake untuk Kilang Balikpapan. "Setelah penandatanganan ini hal yang dilakukan selanjutnya adalah mobilisasi dan tahapan Engineering," ujarnya.

Ignatius menambahkan, perusahaan yang terpilih sebelumnya telah melalui proses tender dan berpengalaman melakukan pekerjaan serupa di beberapa proyek penting di luar negeri.

"Mohon doa dan dukungan seluruh pihak, agar pembangunan ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sebagai komitmen Pertamina mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional," pungkas Ignatius. [ipe]

Komentar

Embed Widget
x