Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 09:39 WIB

Di Akhir Kekuasaan, Rini Rombak Kimia Farma

Rabu, 18 September 2019 | 15:36 WIB
Di Akhir Kekuasaan, Rini Rombak Kimia Farma
Menteri BUMN Rini Soemarno - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menjelang pergantian pemerintahan, Menteri BUMN Rini Soemarno mengeluarkan kebijakan strategis. Yakni merombak direksi PT Kimia Farma (Persero) Tbk.

Diputuskan, Verdi Budidarmo menjabat direktur utama, menggantikan Honesti Basyir. Sebelumnya, Verdi menjabat direktur produksi dan rantai pasokan Kimia Farma. Keputusan ini ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Kimia Farma di Jakarta, Rabu (18/9/2019).

"Honesty Basyir sudah diangkat menjadi Dirut Biofarma. Di RUPSLB ini Honesty diberhentikan dan digantikan Verdi Budidarmo dan Verdi digantikan Direktur Produksi dan Rantai Pasokan Andi Prazos," ujar Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro usai RUPSLB Kimia Farma.

Selain Verdi, Kimia Farma juga memberhentikan dengan hormat IGN Suharta Wijaya untuk diangkat menjadi Direktur Keuangan Bio Farma. Kementerian BUMN selaku pemegang mayoritas saham Kimia Farma, mengangkat Pardiman serta Iman Fathorrahman, mengisi posisi yang ditinggalkan Verdi dan Suharta.

Selain perombakan jajaran direksi, RUPSLB emiten farmasi tersebut juga menyetujui untuk aksi Penambahan Modal Perseroan Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) guna menambah modal kerja untuk mengembangkan usaha perseroan. Izin untuk rights issue diberikan selama satu tahun ke depan.

Wahyu mengatakan, pemerintah tidak mengalokasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam Rancangan APBN 2020 bagi Kimia Farma. Oleh karena itu, rights issue Kimia Farma kemungkinan tidak akan diserap pemerintah sehingga saham pemerintah di emiten farmasi itu akan terdilusi menjadi sekitar 70% dari sebelumnya 90%.

Meski demikian, dengan kepemilikan saham sebesar itu, pemerintah masih menjadi pemegang mayoritas saham Kimia Farma. "Sampai saat ini masih dianalisis oleh penasehat keuangan opsi (rights issue) seperti apa," ujarnya.

Adapun susunan dewan komisaris dan direksi Kimia Farma berdasarkan hasil RUPSLB Rabu ini adalah sebagai berikut :

Dewan Komisaris :
Komisaris Utama : Untung Suseno Sutarjo
Komisaris Independen : Wahono Sumaryono
Komisaris Independen: Nurrachman
Komisaris : Subandi Sardjoko
Komisaris :Chrisma Aryani Albandjar

Dewan Direksi :
Direktur Utama : Verdi Budidarmo
Direktur Keuangan : Pardiman
Direktur Pengembangan Bisnis : Imam Fathorrahman
Direktur Produksi dan Supply Chain : Andi Prazos
Direktur Umum dan Human Capital : Dharma Syahputra [tar]

Komentar

x