Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 16:44 WIB

Kementan Liat Perang Dagang Jadi Peluang

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 18 September 2019 | 18:01 WIB
Kementan Liat Perang Dagang Jadi Peluang
Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Ali Jamil
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) menilai kondisi ekonomi global yang tak menentu akibat perang dagang atau trade war antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok bisa jadi tantangan dan peluang bagi sektor pertanian dalam negeri.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Ali Jamil menuturkan kondisi global seperti perang dagang bisa jadi peluang untuk meningkatkan ekspor pertanian dalam negeri.

"Khususnya bagi produk Sarang Burung Walet dan produk turunannya serta industri Peti Kayu Kemas dan Fumigasi, bisa jadi peluang untuk meningkatkan ekspor kita," kata Jamil di Kantornya, Jakarta, Rabu (18/9/2019).

Jamil pun mengutip data dari sistem otomasi perkarantinaan yakni IQFAST, dimana volume ekspor per sektor selama kurun waktu Januari hingga Agustus 2019 nilai ekonomi sebesar Rp400 triliun.

Jamil menyebutkan adapun rincianya yakni Sub Sektor Tanaman Pangan sebanyak 742,6 ribu ton, Sub Sektor Hortikultura 704,9 ribu ton, Sub Sektor Peternakan terdiri dari hewan hidup 948.405 ekor dan produk hewan sebanyak 20,3 ribu ton, Sub Sektor Perkebunan 186,8 juta ton.

"Sub Sektor diluar pertanian, namun memerlukan sertifkasi karantina sebagai persyaratan negara tujuan yakni Kehutanan 296,029 ton dan Aquatic Plant 206.680 ton," ujarnya.

Jamil pun menyebutkan data ekspor Sarang Burung Walet dan produk turunannya yang merupakan ekspor dengan pertumbuhan yang cukup signifikan di triwulan kedua tahun 2019, yaitu sebesar 788 ton yang tersertifikasi di Barantan pada tahun 2018 total ekspornya mencapai 1.135 ton.

Sementara untuk industri pendukung ekspor produk pertanian berupa peti kemas kayu dan fumigasi, turut menyumbang terhadap daya saing produk pertanian di pasar global.

"Yakni dengan tingkat keberterimaan produk di pertanian Indonesia di negara tujuan. Saat ini negara tujuan ekspor untuk produk pertanian Indonesia lebih dari 120 negara," katanya.

"Pesaing utama kita di dunia untuk industri yang sama adalah Vietnam dan Malaysia, kita harus sigap berbenah untuk dapat memenangkan kompetisi dagang ini," tambah Jamil.[jat]

Komentar

x