Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 16:47 WIB

Indonesia Pulangkan Limbah ke Negara Asal

Oleh : Indra Hendriana | Rabu, 18 September 2019 | 19:07 WIB
Indonesia Pulangkan Limbah ke Negara Asal
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menindaklanjuti maraknya impor limbah plastik yang tercampur sampah dan limbah bahan beracun dan bahaya (B3), Bea Cukai Bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dalam kerja sama ini telah dilakukan penindakan dan pemeriksaan bersama di Pelabuhan Tanjung Perak, Batam, Pelabuhan Tanjung Priok dan Tengerang.

Selain untuk memastikan importasi berjalan sesuai dengan ketentuan, langkah nyata yang telah diambil ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di Wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, sinergi antara Bea Cukai dan KLHK ini berhasil melakukan penindakan kepada tiga perusahaan di Tangerang Bangen yakni, PT HI, PT HNI, dan PT ART.

"Ketiga perusahaan tersebut kedapatan mengimpor plastik bercampur sampah dan B3. Bahkan salah satu perusahaan itu mengimpor tanpa dokumen," kata Heru di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019).

Ia merinci, penindakan pertama dilakukan kepada PT HI. Perusahaan ini mengimpor 102 kontainer plastik lembaran dan plastik buatan berbagai jenis. Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya 23 kontainer itu terkontaminasi sampah/limbah atau B3.

"Direkomensasikan untuk dipulangkan ke negara asal ke Australia 13 kontainer, ke Amerika 7 kontainer, Spanyol 2 kontainer, dan Belgia 1 kontainer. Sementera 89 lain bersih dan akan dipakai untuk bahab baku," kata dia.

Penindakan kedua pada PT NHI yang mengimpor 138 kontainer berisi chips biji plastik PET, dan staple fibre. Tapi setelah diperiksa 109 kontainer terkontaminasi B3. Nah, yang terkontaminasi itu akan dikirim lagi ke negara asal.

Diantaranya 80 kontainer ke Australia, AS 4 kontainer, Selandia Baru 3 Kontainer, dan Great Britaib 22 kontainer. "Sementar sisanya 29 kintainer dinyatakan bersih dan diberikan izin untuk dipakai sebagai bahan baku," kata dia.

Nah, penindakan kepada PT ART yang diketahui mengimpor 24 kontainer biji plastik. Impor tersebut tidak dilengkapi dengan izin sehingga izin berikat PT ART dibekukan.

Dari 10 dari 24 kontainer itu dinyatakan terkontaminasi B3 yang berasal dari Hongkong 3 kontainer, Australia 7 kontainer. "Namun demikian sebanyak 14 kontainer lain akan diekspor kembali karena importir tidak memenuhi ketentuan persetujuan impor," kata dia.[jat]

Komentar

x