Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 16:56 WIB

Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik

Kamis, 19 September 2019 | 00:19 WIB
Program KBR dari KLHK Bikin Ekonomi Petani Naik
(Foto: ist)
facebook twitter

INILAHCOM, Pekalongan - Program kebun bibit rakyat (KBR) yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan (PTH) ternyata membuat taraf hidup masyarakat pedesaan meningkat dari yang awalnya miskin menjadi cukup sejahtera.

Hal itu terjadi pada masyarakat masyarakat di Desa Talun Kecamatan Talun, Pekalongan, Jawa Tengah. Desa yang pada 2012 dan 2014 mendapat bantuan KBR ini kini memiliki perekonomian yang lebih baik.

Warga yang dulu banyak menganggur, sekarang bisa bekerja dan punya penghasilan tetap, bahkan ada anggota kelompok taninya yang berhasil mensekolahkan anaknya sampai sarjana hingga bisa pergi haji.

Ahyar selaku ketua kelompok tani hutan (KTH) Dipo di Desa Talun mengatakan, dulu sebelum ada program KBR, warga di desanya sangat kesusahan. Bahkan, banyak bangunan rumah yang masih berasal dari bambu.

"Selaku ketua kelompok tani Desa Talun khususnya Kelompok Tani Dipo ini sangat berterimakasih atas program ini, karena kegiatan ini memang warga sudah antusias dengan penanaman sengong dan sangat membantu perekonomian," kata Ahyar, Rabu (18/9/2019).

Ahyar mengatakan dahulu sebelum adanya program KBR rumah-rumah di Desa Talun hanya bangunan semi permanen, tetapi sekarang hampir semuanya sudah permanen. "Rumah-rumah sekarang sudah bangunan permanen semua," katanya.

Dia menjelaskan, dari bantuan KBR sebesar Rp50 juta mereka melakukan pembibitan sengon sebanyak 30.000 batang serta mengadakan sejumlah sarana dan prasarana untuk pembibitan tersebut.

Setelah melakukan pemeliharaan bibit dengan pendampingan KLHK, bibit sengon kemudian ditanam pada lahan anggota kelompok. Tanaman sengon setelah berumur 5 tahun kemudian dijual dan hasil penjualannya digunakan lagi untuk melanjutkan usaha pembibitan.

Hasil penjualan sengon, menurut dia, rata-rata Rp200 juta per hektar dan sebagian besar tanaman yang ditanam sudah dipanen.

Diketahui, program KBR adalah bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta dan diberikan ke setiap KTH yang ada di desa terpilih. Uang tersebut dipakai untuk usaha pembibitan sengon yang ditanam di lahan milik masyarakat.

Lahan yang dipilih sendiri adalah yang tidak produktif dan memang tak terpakai sehingga tidak mengganggu produktivitas lahan khusus pertanian. Nantinya, setelah tanaman hutan sengon sudah besar, bisa dijual ke para pengepul untuk dijual ke pabrik.

Adapun tujuan utama dari program KBR ini adalah mengurangi lahan kritis, meningkatkan produktifitas lahan, mendukung penyediaan bahan baku industri kayu, dan memperbaiki perekonomian masyarakat desa.[jat]

Komentar

x