Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 10:11 WIB

Kabar Baik Bagi Kreditor Kendaraan Listrik

Jumat, 20 September 2019 | 19:30 WIB
Kabar Baik Bagi Kreditor Kendaraan Listrik
Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Juda Agung
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ada kabar baik bagi yang kepincut memiliki mobil ramah lingkungan melalui cara kredit. Bank Indonesia (BI) menurunkan uang muka (down payment/DP) kredit menjadi hanya 5-10% dari total nilai jual.

Sebelumnya, uang muka untuk kredit kendaraan berkategori umum/konvensional berada di kisaran 20%-25%. Kendaraan ramah lingkungan tersebut berdasarkan kriteria yang diatur di Peraturan Presiden 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan.

"Kendaraan bermotor berwawasan lingkungan kami tambah 5 persen dari yang sudah dilonggarkan di kendaraan bermotor biasa. Jadi sekitar 10-15 persen. Misal mobil listrik kita dorong supaya mendorong pembiayaan berkelanjutan," ujar Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Juda Agung di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Saat ini, ketentuan uang muka yang berlaku berada di kisaran 20% bagi roda dua, 25% untuk roda tiga atau lebih (nonproduktif), dan 20% untuk roda tiga atau lebih (produktif).

Per 2 Desember 2019 mendatang, besaran uang muka tersebut diturunkan. Bagi kendaraan bermotor konvensional BI menurunkan uang muka di kisaran 5%-10%. Dengan demikian, uang muka kendaraan bermotor roda dua menjadi 15%; roda tiga atau lebih (nonproduktif) menjadi 15%; dan roda tiga atau lebih (produktif) menjadi 10%.

Sedangkan, kendaraan bermotor listrik memperoleh keringanan lebih besar. Nilai uang muka menjadi 10% bagi roda dua, dan roda tiga atau lebih (produktif); serta 5% untuk roda tiga atau lebih (produktif).

Jika merujuk pada Perpres No. 55 Tahun 2019 tentang kendaraan bermotor listrik, maka kendaraan ramah lingkungan yang memperoleh kelonggaran hanya tiga yaitu ada eletric vehicle, hybrid electric vehicle, dan plug in hybrid electric vehicle.

Juda menegaskan, mobil-mobil perkotaan yang kerap diklaim murah dan ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC), tidak termasuk yang mendapat keringanan uang muka. "LCGC enggak masuk di sini. Kita lebih mengacu dengan perpres kendaraan bermotor listrik berbasis baterai," ucap Juda. [tar]

Komentar

x