Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 09:22 WIB

Pemerintah Antisipasi Karhutla Sejak Awal Kemarau

Sabtu, 21 September 2019 | 13:44 WIB
Pemerintah Antisipasi Karhutla Sejak Awal Kemarau
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah Indonesia sejak awal tahun telah melakukan upaya antisipasi terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), dengan berpatroli di daerah-daerah yang memiliki titik panas (hotspot), yang terpantau oleh satelit.

KLHK sepanjang tahun juga telah menyiagakan Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni, yang merupakan tim pemadam kebakaran hutan dan lahan yang dibentuk untuk terus melakukan pembasahan dan pemadaman lahan, apalagi sejak Indonesia memasuki musim kemarau. Daops Manggala Agni ini ditempatkan bukan hanya di ibu kota kabupaten, tapi juga di kecamatan dan desa, yang bekerja dengan satgas karhutla lainnya termasuk BPBD, TNI, dan Polri.

"Karenanya koordinasi dengan pemerintah daerah harus ditingkatkan seperti disampaikan Presiden Jokowi. Presiden ingin koordinasi horizontal kuat dan koordinasi vertikal juga harus kuat," kata Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, Ruandha Agung Sugardiman, di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Ruandha menjelaskan, keseriusan pemerintah untuk segera memadamkan Karhutla di Riau makin jelas saat kedatangan Presiden Jokowi ke beberapa lokasi sentral. Hal itu dapat dibuktikan dengan instruksi Presiden Jokowi yang meminta secara cepat 5.600 tenaga tambahan dari prajurit TNI dan Polri dan tiga pesawat TMC untuk membantu percepatan penanggulangan Karhutla.

Kemudian Ruandha menjelaskan, usaha penanggulangan Karhutla di Riau juga dilaksanakan lintas sektoral dengan kementerian dan lembaga pemerintah lainnya, seperti antara lain TNI, Polri, BPPT, BNPB dan BMKG untuk proses pelaksanaan hujan buatan.

"Kami (KLHK) yang monitor di mana ada nyala api, lalu lapor ke BNPB ada titik api. Selanjutnya untuk pembuatan hujan buatan, BNPB memeriksa bersama BMKG, mana yang ada bibit-bibit awan, arah anginnya kemana. Setelah itu pesawat terbang menaburkan garam ke tempat yang memiliki awan, yang siap untuk dilakukan persemaian. Nanti kalau sudah kondensasi, pada waktunya akan hujan," ucap Ruandha.

Ruandha menuturkan, siap siaga terhadap Karhutla memang komitmen, dan konsisten dilaksanakan KLHK. Ruandha mencontohkan, KLHK mempunyai 34 Daerah Operasi (Daops) Penanggulangan Karhutla. "Setiap Daops terdiri dari 5 sampai 6 regu yang berisi 15 orang. Semua punya spesialisasi memadamkan api, telah dilatih KLHK untuk bekerjasama dengan instansi lainnya," ungkap Ruandha.

Lainnya yang disampaikan Ruandha adalah, provinsi Riau mempunyai keunikan musim dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Musim kemarau di Riau berlangsung selama dua kali yakni Februari hingga Maret dan Juni sampai saat ini. [*]

Komentar

x