Find and Follow Us

Senin, 14 Oktober 2019 | 16:54 WIB

Sinergi Citilink dan GMF Perkuat SDM Indonesia

Senin, 23 September 2019 | 12:09 WIB
Sinergi Citilink dan GMF Perkuat SDM Indonesia
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Maskapai berbiaya hemat, PT Citilink Indonesia (Citilink) bersinergi dengan perusahaan perawatan pesawat, PT GMF AeroAsia, melahirkan anak usaha anyar di bidang pendidikan aviasi dan non aviasi. Demi memperkuat sumber daya manusia negeri ini.

Dalam rilis kepada media di Jakarta, Senin (23/9/2019), perusahaan patungan itu bernama PT Garuda Ilmu Terapan Cakrawala (GITC) Indonesia. Di mana, komposisi saham dari dua anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk itu, Citilink menggenggam 80% saham, sisanya yang 20% GMF.

Direktur Utama Citilink Juliandra mengatakan, GITC Indonesia resmi berdiri pda 30 Agustus 2019, merupakan bentuk ekspansi bisnis Citilink dalam bidang pendidikan dan pengembangan kualitas SDM, serta dalam rangka mendukung operasional penerbangan.

Pada tahap awal, kata dia, GITC Indonesia akan menyediakan fasilitas pendidikan bagi SDM untuk menunjang kegiatan operasional di lingkungan Garuda Indonesia Group, termasuk pendidikan untuk Pilot, Awak Kabin, Engineer dan juga Pegawai Darat.

"Dengan fasilitas, sarana dan prasarana yang mumpuni serta tenaga pengajar yang ahli di bidangnya, diharapkan GITC Indonesia mampu menghadirkan pendidikan di bidang aviasi yang berkualitas baik dan terpercaya," kata Juliandra.

Ke depan, lanjutnya, GITC Indonesia akan membuka fasilitas pendidikan di bidang aviasi untuk umum, adapun pelatihan yang disediakan mulai dari pendidikan untuk operasional maskapai (airline operation) hingga pendidikan untuk pengembangan bisnis maskapai (airline business).

Untuk memberikan kualitas pendidikan terbaik GITC yang saat ini bertempat di Duri Kosambi, Cengkareng, dilengkapi berbagai fasilitas penunjang yang lengkap mulai dari ruang kelas, lounge, asrama hingga simulator berbagai tipe pesawat seperti Airbus A320, Airbus A330, Boeing 737-800NG, ATR 72-600 dan CRJ1000.

Sementara, Direktur Utama GMF, Tazar Marta Kurniawan mengatakan, pendirian anak usaha ini merupakan upaya GMF dalam rangka pemenuhan kualitas SDM yang dapat mendukung ekspansi bisnis. Melalui pembentukan anak usaha yang fokus terhadap pengembangan kualitas dan pelatihan tenaga kerja, kedepannya GITC diharapkan dapat melahirkan teknisi-teknisi andal untuk mendorong percepatan pertumbuhan bisnis GMF. :Ke depan, kami berupaya memperluas jangkauan penyedia pelatihan teknisi pesawat dengan menyasar pelanggan lain di luar Garuda Indonesia Group melalui GITC Indonesia," ungkap Tazar.

Adapun bentuk pelatihan yang disediakan bersifat mandatory training, sehingga usaha gabungan ini memiliki potensi pasar yang besar dengan menarik MRO lain baik domestik maupun internasional. [ipe]



Komentar

x