Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 18:25 WIB

RR: Waktunya Renaisance Industri Film Nasional

Selasa, 24 September 2019 | 19:54 WIB
RR: Waktunya Renaisance Industri Film Nasional
Ekonom senior Dr Rizal Ramli - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bagi pelaku seni dunia, pasar Indonesia cukup menggiurkan. Lantaran pertumbuhan pasar film di tanah air, mencapai 25% per tahun. Angka ini terbilang besar di kawasan Asia Pasifik.

Capaian tersebut setara dengan 50 juta penonton per tahun. Sedangkan jumlah bioskop di Indonesia, mengalami pertumbuhan lumayan signifikan. Pada 2018 terdapat 1.700 gedung bioskop dan diprediksi naik menjadi 3.000 gedung pada 2020-2021.

Demikian analisa ekonom senior Dr Rizal Ramli saat menjadi pembicara di Balinale International Film Festival, di Jimbaran, Bali, Selasa (24/9/2019).

Kata ekonom pro wong cilik ini, industri perfilman asing sangat sadar akan gurihnya pasar di Indonesia. Dan, hajatan Balinale International Film Festival ini, diharapkan bisa membantu menjadikan keindahan alam Indonesia sebagai lokasi pembuatan film yang terbaik, sehingga bisa lebih unggul dari yang lain.

Yang tak kalah penting adalah meningkatkan kerjasama produksi pembuatan film secara internasional. Antara lain dengan memaksimalkan potensi Bali yang merupakan kombinasi unik dan indah antara kebudayaan tradisional dan sentuhan internasional.

Mantan Menko Kemaritiman ini sangat memercayai even seperti Balinale International Film Festival dapat membantu kemajuan film nasional untuk bersaing dengan film-film Cina, Korea, maupun Jepang yang pasarnya sudah mapan. Peluang berkembangnya pasar film nasional yang sedang dalam fase pertumbuhan sangat besar. "Inilah waktunya untuk renaisance industri film nasional yang akan didukung oleh berbagai potensi yang saya sebutkan tadi," tandas Rizal.

Potensi lain yang akan mendukung renaisance perfilman nasional, adalah jumlah penduduk Indonesia yang besar yakni mencapai 270 juta jiwa dibandingkan dengan jumlah penduduk negara lainnya di kawasan ASEAN.

Faktor lainnya, kata Bang RR, sapaan akrab Rizal Ramli, adalah meningkatnya jumlah kelas menengah, dalam jangka panjang pertumbuhan perekonomian nasional di kisaran minimal 5%. Potensi lainnya ialah besarnya jumlah generasi milenial dengan taste dan prevepency yang terus berubah.

Kata mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini, peran serta kemajuan perfilman nasional akan mampu mengukuhkan abad ke 21 ini sebagai Abad Asia. Meninggalkan Abad 19 yang merupakan milik Inggris, dan abad 20 yang milik Amerika.

"Apakah abad Asia ini akan didominasi oleh sistem otoriter tunggal, ataukah akan berada dalam koeksistensi dengan demokratisasi yang damai? Budaya, seni film, akan ikut menentukan bentuk dan kemajuan di Abad Asia ini," papar Rizal.

Informasi saja, Rizal diminta berbicara dalam forum internasional ini bersama sejumlah sutradara dan pekerja film terkemuka, antara lain pemenang Emmy Award Julian Grimmond dari Selandia Baru, pimpinan Universal Studios, Hollywood, dan produser sejumlah film pemenang Piala Oscar Donna Smith, sutradara otodidak Ismail Basbeth alumni Berlinale Talent Campus and Asian Film Academy, sineas terkemuka dari China Sarah Xu, produser yang juga aktor asal Indonesia Cornelio Sunny, dan penulis Richard Oh.

Balinale International Film Festival didirikan pada 2007 oleh para pekerja film profesional antara lain Deborah Gabinneti dan Christine Hakim. Kiprahnya telah dikenal secara luas di blantika perfilman dunia. [tar]

Komentar

x