Find and Follow Us

Jumat, 13 Desember 2019 | 10:44 WIB

Defisit APBN 2019 Makin Liar, Ini Kata Sri Mulyani

Rabu, 25 September 2019 | 04:09 WIB
Defisit APBN 2019 Makin Liar, Ini Kata Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, defisit APBN 2019 hingga akhir Agustus tembus Rp199,1 triliun. Atau 1,24% dari produk domestik bruto (PDB). Makin liar saja bu menteri?

Mantan Direktur Pelaksana World Bank ini bilang, defisit Agustus lebih tinggi 32% jika dibandingkan Agustus 2018 yang mencapai Rp150,5 triliun, atau setara 1,02% dari PDB. "Total defisit anggaran sampai Agustus 2019 adalah Rp199,1 triliun. Tahun lalu posisi defisit Rp150,5 triliun, ada kenaikan defisit yang cukup besar yaitu 32 persen," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Sri Mulyani menjelaskan, tingginya defisit diduga lantaran realisasi belanja 2019 lebih tinggi ketimbang pendapatan negara. Di mana, hingga Agustus 2019, pendapatan negara tercatat hanya Rp1.189,3 triliun, atau 54,9% dari target APBN.
"Ini tumbuh 3,2 persen dari periode yang sama pada 2018 yaitu Rp1.152,9 triliun," ujar Sri Mulyani.

Ia mengakui adanya penurunan dari pendapatan negara sampai akhir Agustus 2019 itu. Pada Agustus 2018, pendapatan negara tumbuh 18,4%.
"Karena realisasi APBN pada Agustus 2017 itu hanya Rp973,4 triliun," katanya.

Sementara, realisasi belanja hingga Agustus 2019 sebesar Rp1.388,3 triliun, atau 56,4% dari target APBN 2019. Menandakan adanya pertumbuhan 6,5% dibandingkan periode yang sama pada 2018.

"Terjadi pertumbuhan belanja negara 6,5 persen di mana belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp481,7 triliun atau tumbuh 9 persen, dan belanja non K/L Rp376 triliun atau tumbuh 4,3 persen," katanya.

Menurutnya, hal tersebut menandakan bahwa pendapatan negara mulai melemah yang juga disertai dengan penerimaan perpajakan hingga akhir Agustus 2019 sebesar Rp920,2 triliun atau tumbuh 1,4 persen namun lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada periode yang sama pada 2018 yaitu sebesar 16,5 persen.

Realisasi penerimaan perpajakan pada akhir Agustus 2019 telah mencapai 51,5 persen dari target APBN 2019 yakni Rp1.786,4 triliun. Namun hal itu tetap lebih rendah dibanding realisasi penerimaan perpajakan sampai akhir Agustus 2018 dan 2017 yaitu mencapai 56,1 persen dan 52,9 persen dari APBN.

"Terlihat tahun ini terjadi pelemahan. Kita bandingkan pertumbuhan penerimaan PNBP dan pajak lebih rendah dari tahun lalu. Ini menunjukkan perlemahan ekonomi membuat pembayar pajak membayar lebih rendah dari dua tahun berturut-turut," ujarnya. [tar]

Komentar

Embed Widget
x