Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 02:45 WIB

Harga Ayam Jeblok, Peternak Mengadu ke Mentan

Jumat, 27 September 2019 | 03:39 WIB
Harga Ayam Jeblok, Peternak Mengadu ke Mentan
(inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ratusan peternak ayam yang tergabung dalam Peternak Unggas Rakyat Mandiri (PURM), mendesak pemerintah hadir dalam menjaga stabilitas harga ayam di tingkat peternak.

Mereka mendatangi Kementerian Pertanian (Kementan), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2019) untuk mengadukan keluhan tersebut. Saat ini, harga ayam di level peternak, anjlok hingga ke level Rp 8.000 per kilogram (kg).

Ya, benar saja. Harga ayam dari peternak, terus turun dalam beberapa waktu ini. Terbaru, harga ayam hidup atau live bird (LB) di tingkat peternak mandiri, cuman Rp8.000 per kg. Untuk itu peternak minta pemerintah atur regulasi stabilitas harga.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Indonesia (Pinsar), Parjuni kepada wartawan mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, peternak terus melakukan demonstrasi menuntut stabilitas harga ayam peternak.

Sepanjang 2019, harga ayam peternak dua kali anjlok hingga level Rp5.000 per kg di Jawa Tengah dan Rp8.000 di Jawa Barat. "Harga ini tentunya sangat amat jauh dari HPP (harga pokok produksi) peternak di level Rp18 ribu-Rp18.500 per kg. Kami minta regulasi yang menjaga stabilitas harganya ini diatur," kata Parjuni.

"Di luar perbaikan harga yang artifisial ini juga perlu diapresiasi memang, karena paling tidak kerugian yang dialami peternak mandiri bisa terkoreksi walau hanya sepekan," ujarnya.

Ratusan massa juga mendesak pemerintah menjadi regulator yang tegas dalam mengatur suplai, serta menegakkan regulasi baik yang berkaitan dengan produksi ataupun kewajiban lainnya yang berhubungan dengan keseimbangan suplai dengan kebutuhan sektor perunggasan nasional.

Sebab, kata Parjuni, selama tidak ada ketegasan dari pemerintah, menurutnya petrnak mandiri kerap mengalami kebangkrutan serta kerugian yang besar. Sejumlah poin yang menjadi tuntutan peternak ayam, antara lain. Dalam jangka pendek, peternak meminta pemerintah menaikkan harga LB dan menjaga stabilitas harga LB di atas HPP untuk peternak unggas rakyat mandiri, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 96 Tahun 2018.

Salah Satu Peternak Unggas Rakyat Mandiri asal Bogor, Jawa Barat, Kadma berharap pemerintah sefera merespons keinginan ini. Pasalnya, sejumlah peternak ayam sengaja datang dari berbagai daerah, seperti Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, mendapat sambutan baik dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

"Perwakilan kami sudah bertemu pak Menteri langsung untuk berdialog. Rencananya, Jumat perwakilan kami diberikan hasilnya dari tuntutan kami," tutur Padma. [tar]

Komentar

x