Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 18:16 WIB

Semangat Bos BKPM Mengejar Investasi Masuk RI

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 28 September 2019 | 19:01 WIB
Semangat Bos BKPM Mengejar Investasi Masuk RI
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan, dalam rangka mewakili Presiden Joko Widodo menjadi pembicara kunci pada "The 20th World Knowledge Forum (WKF)" pada Kamis (26/9/2019).

Pada sesi eksklusif Yulchon "Your Business Belongs to Asia: Where and Why to Invest in the Region". Tom Lembong, sapaan akrabnya, menyampaikan 3 alasan dalam rilis kepada media di Jakarta, Sabtu (29/9/2019).

Mengapa dunia usaha internasional akan kehilangan momentum menguntungkan bila tidak memprioritaskan berinvestasi di negara-negara ASEAN? Paling tidak ada tiga alasan, yaitu pertumbuhan ekonomi, tingkat kemajuan masyarakat dan gaya hidup. Pertama-tama, setiap negara ASEAN diprediksi akan memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dimasa mendatang.

Dengan kombinasi skala jumlah populasi yang sangat besar dan pertumbuhan ekonomi yang masih tinggi dalam kondisi ketidakpastian perekonomian dunia saat ini, peluang bisnis di ASEAN masih sangat menjanjikan.

Peluang lainnya adalah tingkat kemajuan masyarakat di setiap negara ASEAN berada di posisi yang sangat tepat. Maksudnya adalah negara-negara tersebut tidak dalam posisi terlalu modern dan juga tidak tertinggal, sehingga masih banyak ruang untuk tumbuh dan peluang bisnis yang dapat dikembangkan.

Poin terakhir yang menjadi daya tarik negara ASEAN disampaikan Kepala BKPM adalah gaya hidup masyarakatnya yang menyenangkan. Kepala BKPM mengajak peserta untuk melihat tidak sekedar angka-angka perekonomian seperti pertumbuhan domestik bruto (PDB), namun juga penting mempertimbangkan level of happiness dan generousitysebuah negara yang dapat menjadi salah satu faktor pendorong tumbuh kembangnya perekonomian.

ASEAN merupakan surga di wilayah tropis. Setiap negaranya memiliki karakter beragam, toleransi tinggi, sangat terbuka dengan kemajuan, serta memiliki semangat positif dalam kehidupan. Semakin banyak penduduk muda yang menyadari pentingnya memiliki mental menjalankan hidup yang penuh arti.

Dalam sesi ini, turut hadir pembicara lain dari EDB Singapore, Perwakilan Negara Vietnam dan Yulchon LLC yang pada dasarnya menyampaikan beberapa fakta dan perbandingan indikator dari negara-negara ASEAN serta karakteristik investasi dan perekonomiannya. [ipe]


Komentar

Embed Widget
x