Find and Follow Us

Minggu, 17 November 2019 | 14:41 WIB

Wamen ESDM Optimis Kuota Solar Subsidi Cukup

Oleh : Indra Hendriana | Selasa, 1 Oktober 2019 | 17:01 WIB
Wamen ESDM Optimis Kuota Solar Subsidi Cukup
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas memperkirakan kuota solar subsidi akan habis bulan November. Hal ini karena penyaluran solar subsidi tidak tepat sasaran.

Namun demikian, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (EDSM) Archandra Tahar yakin kuota solar bisa mencukupi sampao akhir tahun 2019 ini. Adapun dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun ini volume Bahan Bakar Minyak (BBM) tersebut ditetapkan sebesar 14,5 juta Kilo Liter (KL).

"Kami jalankan dulu. Berpikir optimis lah (cukup, red)," kata Arcandra, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Menurut Arcandra, saat ini kuota solar bersubsidi masih bisa disalurkan. Sehingga tidak ada kekhawatiran untuk penyaluran ke masyarakat. Untuk itu akan melihat terlebih dahulu kondisi kedapan dalam menyiapkan solusi mengenai kuota solar subsidi.

"Karena belum habis. Kita lihat kedepan. Belum habis, kok kahwatair sekali," ujar dia.

Adapun sebelumnya, Kepala BPH Migas Fanshurullah Assa mengatakan, kuota solar subsidi berpotensi jebol, hal ini disebabkan penyaluran solar yang tidak tepat sasaran. Kuota solar subsidi yang ditetapkan tahun ini sebesar 14,5 juta Kl diprediksi akan habis pada November 2019.

"November habis fatal dampaknya,karena BBM tahun ini yg ditetapkan pemerintah di APBN hanya 14,5 juta Kl turun dari tahun lalu 15,6 juta Kl," kata Fanshurullah, saat menghadiri Hilir Migas Expo, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jumat (27/9/2019).

Agar prediksi tersebut tidak terjadi, BPH Migas telah mengeluarkan sejumlah upaya, yaitu penerapan teknologi digital pada proses penyaluran BBM dan pengawasan bersama dengan TNI dan Polri.

"Tapi sampai hari ini belum berjalan dengan baik," tegasnya.

Fanshurullah pun sudah menerbitkan surat edaran agar kuota solar subsidi cukup hingga akhir tahun, dengan membatasi konsumsi solar subsidi untuk beberapa jenis kendaraan.

"Misalnya truk roda 6 maksimal 60 liter per hari. kalau 1 liter 10 kilo meter (km) satu hari berarti 600 Km , truk itu lebih dari 600 km jalannya. roda 4 dibatasi 30 liter. ini pembatasan mengacu Perpres supaya BBM subsidi tetap ada sampai akhir tahun," kata dia.[jat]

Komentar

x