Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 18:18 WIB

Peran Aktif Bank Pelat Merah Sejahterakan Petani

Kamis, 3 Oktober 2019 | 09:09 WIB
Peran Aktif Bank Pelat Merah Sejahterakan Petani
facebook twitter

INILAHCOM, Kebumen - Menteri BUMN Rini M Soemarno mendorong sinergi BUMN dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Salah satu upaya melalui program kewirausahaan petani yang bertujuan mengoptimalkan penjualan produk-produk pertanian.

Bank Mandiri bekerja sama dengan Pertamina membangun Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) di Desa Kaliputih, Kecamatan Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Langkah ini menjadi wujud komitmen kedua BUMN dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Tanah Air.

"Saya menyambut baik sinergi ini. Terima kasih kepada Bank Mandiri dan Pertamina. Ini merupakan wujud dari komitmen bersama dalam mendorong kesejahteraan petani. Kehadiran Sentra Pengolahan Beras Terpadu ini akan membantu menaikan pendapatan petani Kaliputih khususnya dan di Kebumen umumnya," kata Rini saat meresmikan SPBT Kaliputih, Rabu (2/10/2019).

Sentra Pengolahan Beras Terpadu (SPBT) atau Integrated Rice Center sendiri merupakan tahapan dalam Program Mewirausahakan Petani untuk mendukung Petani setelah masa Pra-Tanam & Tanam, yaitu khususnya pada masa Panen & Pasca Panen. Rencananya, SPBT ini akan membantu meningkatkan produksi beras dan kesejahtaraan hampir 170 ribu petani di Kebumen

SPBT yang akan dibangun memiliki kapasitas produksi beras sebesar 3 ton/jam dan akan dikelola oleh kelembagaan berbentuk Perseroan Terbatas. Tidak hanya mengolah gabah petani saja, SPBT ini nantinya juga mampu menyerap beras medium dari usaha pengolahan beras tradisional setempat. Alhasil, SPBT akan dapat berproduksi sepanjang musim serta tidak mematikan usaha pengolahan padi setempat. Dalam pembangunannya, SPBT ini juga akan dilengkapi dengan timbangan digital, gudang penyimpanan, perkantoran, dan tempat pembinaan.

Sedangkan, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri, Alexandra Askandar menyampaikan, Program Mewirausahakan Petani, sebelumnya telah dilaksanakan dan dirintis di Provinsi Jawa Barat yaitu Indramayu, Karawang, Purwakarta, Cianjur, Garut, Sumedang, Majalengka, Tasikmalaya dan Ciamis, yang dikoordinasikan oleh BUMN di masing-masing wilayah melalui pembentukan kelembagaan Perseroan Terbatas.

"Sejalan dengan visi BUMN hadir untuk negeri, kami mengimplementasikan program ini dengan mengusung pendekatan dari petani, oleh petani dan untuk petani. Harapannya, tentu petani akan memiliki kemampuan yang lebih, tidak hanya mengelola lahan pertanian, tapi juga dari sisi manajemen perusahaan," kata Alexandra.

Dia menjelaskan, para petani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) disinergikan secara kelembagaan dengan badan usaha milik desa (BUMDes) untuk menghasilkan suatu usaha yang berskala ekonomi dan professional agar mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani dan masyarakat sekitar secara berkesinambungan dalam jangka panjang.

Untuk memastikan kualitas hasil tanam pada program SPBT, PT yang dibentuk akan bekerjasama dengan Dinas Pertanian setempat untuk mendapatkan pembinaan tentang perencanaan tanam dan cara budidaya tani terbaik. Sedangkan pada permodalan, PT tersebut akan didukung oleh Bank Mandiri dan Himbara untuk mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan distribusi Kartu Tani sesuai data dari Kementerian Pertanian/Dinas Pertanian agar petani dapat menikmati pupuk bersubsidi dari PIHC.

"Pendekatan ini telah dijalankan. Di SPBT Pamarican yang didukung oleh program CSR Bank Mandiri misalnya, lembaga PT Mitra Desa Pamarican kini telah membukukan nilai omset penjualan beras berkualitas unggul sebesar Rp 18 miliar dari Januari sampai dengan Juli 2019 yang dinikmati bersama oleh petani setempat," tambah Alexandra.

Dia melanjutkan, sinergi BUMN dan Pejabat Daerah setempat melalui program SPBT akan terus digalakkan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah lain di Indonesia. "Kami optimis program SPBT untuk Mewirausahakan Petani ini dapat meningkatkan kesejahteraan Petani dan masyarakat Indonesia pada umumnya," tegas Alexandra. [tar]


Komentar

Embed Widget
x