Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 02:16 WIB

Pepsi Minggat, Kemenperin Klaim Tidak Ngaruh

Kamis, 3 Oktober 2019 | 16:27 WIB
Pepsi Minggat, Kemenperin Klaim Tidak Ngaruh
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Jenderal Industri Makanan dan Minuman Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Abdul Rochim menyebut, hengkangnya PepsiCo dari Indonesia, tidak memengaruhi industri minuman di dalam negeri.

"Secara makro nasional tidak terlalu besar dampaknya. Persoalan yang mengakibatkan Pepsi keluar dari Indonesia lebih terkait kerja sama dengan mitra Pepsi berupa pemutusan kontrak bisnis," kata Rochim di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Rochim memaparkan, pangsa pasar Pepsi untuk jenis minuman ringan non alkohol atau Non Alcohol Ready to Drink (NARTD) di Indonesia tidak sebesar kompetitornya untuk produk sejenis. "Jadi dipastikan keluarnya Pepsi Cola bukan karena iklim bisnis di dalam negeri yang tidak kondusif," papar Rochim.

Menurut Rochim, data yang ada saat ini, secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan industri minuman masih positif. Sektor industri minuman pada semester I-2019, menunjukkan pertumbuhan 22,74%. Berkontribusi 2,01% terhadap industri pengolahan non migas dengan nilai investasi penanaman modal asing (PMA) sebesar US$68,72 juta dan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp1,43 triliun.

Realisasi investasi di sektor industri minuman pada semester I-2019, mencapai Rp1429,74 miliar untuk PMDN dan US$68,72 juta untuk PMA. "Khusus untuk pertumbuhan NARTD di Indonesia memang menurun tidak terlalu besar (per agustus 2019 sebesar -0.7 persen) karena penurunan penjualan di pasar tradisional. Sedangkan untuk ritel dan pasar modern justru mengalami peningkatan," papar Rochim.

Rochim menegaskan pemerintah akan tetap memfasilitasi masalah-masalah yang timbul, seperti pada Pepsi Cola, agar dapat dicarikan jalan keluarnya.

Kendati demikian, Rochim berharap merek tersebut dapat kembali ke pasar Indonesia untuk menambahkan variasi produk minuman ringan yang ada. "Secara khusus saya akan mengundang Pepsi untuk mengetahui secara pasti permasalahannya dan apa bisa difasilitasi," kata Rochim. [tar]

Komentar

x