Find and Follow Us

Jumat, 6 Desember 2019 | 07:34 WIB

Kerek Ekonomi, Pembangunan Harus Indonesia-sentris

Senin, 7 Oktober 2019 | 20:45 WIB
Kerek Ekonomi, Pembangunan Harus Indonesia-sentris
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono - (inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, pengembangan kota metropolitan di luar Pulau Jawa, bakal meratakan pembangunan dan kesejahteraan. Serta meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB).

"Dengan adanya pengembangan kota metropolitan tersebut diharapkan dapat menjadi tumpuan pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi lebih besar pada peningkatan PDB nasional," kata Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (7/10/2019).

Ia mengemukakan, Kementerian PUPR mendukung pengembangan kota-kota di luar Pulau Jawa, di antaranya enam kota yang menjadi fokus adalah Palembang, Banjarmasin, Makassar, Manado dan Denpasar, dan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

Basuki mengutip kajian Bappenas, di Indonesia, setiap pertumbuhan 1% penduduk perkotaan akan meningkatkan 1,4% PDB/kapita di Indonesia.

Angka ini lebih rendah ketimbang pertumbuhan Republik Rakyat China. Di mana, setiap pertumbuhan 1% penduduk berkontribusi minimal 3% PDB/kapita, ataupun di Asia Timur dan Pasifik sebesar 2,7%. "Artinya Indonesia belum cukup efisien dan produktif dibanding negara-negara tetangga," ucapnya.

Selain itu, pembangunan kota-kota di luar Pulau Jawa juga untuk melanjutkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yang telah membangun fondasi pembangunan yang lebih tangguh, lebih produktif, dan merata.

Ia menyebutkan, pondasi bagi pembangunan Indonesiasentris, bukan Jawasentris, salah satunya adalah mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah di Indonesia.[tar]

Komentar

x